Senin, 23/08/2010 13:36 WIB
KNRP - Sebuah sumber resmi di Departemen Perminyakan Mesir kepada wartawan Al-Jazeera di Kairo menampik niat atau rencana apapun Kairo terkait untuk membeli kembali gas yang telah diekspor Mesir ke Israel. Sumber itu menjelaskan bahwa adanya laporan yang berkembang dalam hal ini adalah desas-desus palsu yang tidak benar.
Sebelumnya berita yang beredar menyebutkan bahwa Kementerian Perminyakan Mesir berrencana untuk membeli kembali sekitar 1,4 miliar meter kubik gas alam (setengah yang diimpor Israel dari Mesir) untuk menghidupkan sebagian besar turbin pembangkit listrik yang saat ini terhenti karena kekurangan bahan bakar.
Mesir dalam bulan Agustus ini sering mengalami gangguan kerusakan listrik yang merugikan sektor ekonomi dan menyebabkan kerusakan banyak barang, belum lagi caci maki warga masyarakat karena listrik padam berulang-ulang dalam keadaan cuaca panas dan sangat dingin.
Para pejabat kelistrikan Mesir mengatakan bahwa pemadaman listrik itu akibat konsumsi listrik yang besar karena temperatur tinggi yang dialami Mesir yang melebihi 40 derajat Celcius. Itu menyebabkan adanya pemadaman di beberapa wilayah di Kairo.
Menurut Departemen Listrik, telah terjadi peningkatan tajam dalam konsumsi listrik sebesar 11,5% secara tahunan, dan permintaan telah mencapai 23.500 MW untuk tahun ini, dari total kapasitas produksi sebesar 25.000 megawatt.
Mesir berencana untuk menghabiskan antara 100 dan 120 miliar dolar untuk melipatgandakan produksi listriknya menjadi tiga kali lipat pada tahun 2027.(milyas/aljzr)