Jumat, 14/05/2010 07:51 WIB
KNRP – Perusahaan-perusahaan Israel kini membidik negara-negara ekonomi raksasa di Asia seperti Cina, India, Korea Selatan dan Jepang, dalam rangka untuk meningkatkan ekspor produk teknologi mereka usai menghantam krisis baru-baru ini menghantam Eropa.
Menteri Keuangan Israel Yuval Steintz selama kunjungan ke Beijing baru-baru ini mengatakan, "Lemahnya perekonomian Eropa itu mendorong kami untuk melihat ke timur, terutama ke Cina." Demikian seperti dikutip aljazeera.
Sementara para ahli ekonomi Israel khawatir tentang kemungkinan penyebaran krisis Yunai itu akan menyebabkan depresiasi nilai tukar euro sebesar 12,5% terhadap shekel Israel sejak awal tahun ini.
Danny Tsaidun dari Bank Leumi Israel menjelaskan, "Dalam jangka panjang dapat bisa jadi ekspor ke Eropa itu tidak menguntungkan, dan karena itu kita harus mencari pasar baru di Asia karena resesi di Eropa dapat terus untuk waktu yang lama dan mungkin menyakitkan."
Kepala produksi Israel, Charaga Bross mengatakan bahwa sepertiga dari ekspor Israel itu menuju ke pasar Eropa, tapi kemerosotan di Eropa itu telah memaksa Bank Sentral Israel untuk menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Israel dari 3,7% pada tahun ini dan menjadi 4% pada tahun depan.
Perusahaan-perusahaan teknologi Israel yang akan meluaskan pasarnya di Asia itu akan bergerak pada bidang persenjataan, telekomunikasi dan IT.
Untuk dicatat, dalam dua puluh tahun terakhir perdagangan luar negeri Israel di Asia kecuali untuk sektor militer telah mencapai 20% dari 11%, sementara pasar Israel di Eropa turun menjadi 29% dari 46%.
Israel adalah sumber utama ekspor senjata ke India, dan ahli militer asing mengatakan penjualan senjata Israel ke India mencapai 1,2 milyar dolar setiap tahunnya. Selain itu Israel telah terlibat dalam diskusi-diskusi awal untuk mencapai kesepakatan dagang dengan India dan Korea Selatan.(milyas/aljzr)