Senin, 06 Pebruari 2012

Inggris Anjurkan Labelisasi Produk Pemukim Yahudi

Sabtu, 12/12/2009 20:34 WIB

KNRP - Pemerintah Inggris mengeluarkan rekomendasi yang tidak mengikat untuk perusahaan-perusahaan pemasaran ihwal pentingnya untuk membedakan antara produk-produk Palestina dari yang diproduksi di pemukiman-pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Demikian laporan menurut koran setempat, The Guardian, edisi Jumat (11/12) seperti disitat islamonline.

Lebih lanjut surat kabar Inggris itu menyebutkan bahwa langkah itu disambut dengan kritik dan kemarahan oleh para pejabat Israel, lantaran itu akan meningkatkan jumlah konsumen yang memboikot produk pemukiman Israel di Tepi Barat, meski hal itu tidak mengikat.

Koran itu juga menambahkan bahwa produk-produk makanan sejauh ini di Britania sudah diklasifikasikan mana yang diproduksi di Tepi Barat, tetapi berdasarkan panduan yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Pangan dan Urusan Pedesaan menilai bahwa pengklasifikasian itu dapat lebih detil seperti produk ini dibuat di permukiman Israel atau dibuat di Palestina.

Rekomendasi ini bukanlah hal baru sebagai hukum yang mengikat, tetapi merupakan hasil dari permintaan beberapa organisasi antar pemerintah dan perusahaan pemasaran Inggris yang menentang kegiatan permukiman Israel dengan perlunya untuk membedakan mana barang-barang yang diproduksi di Tepi Barat oleh orang-orang Palestina dan mana barang yang diproduksi oleh pemukim Israel di Tepi Barat.
 

The Guardian menyebutkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup, Pangan dan Urusan Pedesaan itu memperingatkan perusahaan pemasaran untuk tidak melakukan pelanggaran dalam hal pengklasifikasian produk dengan seolah-olah makanan yang dihasilkan di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki sebagai hal yang diproduksi di Israel atau sebaliknya.

Untuk diketahui bahwa ada sekitar 300 ribu pemukim Yahudi yang mencaplok wilayah di Tepi Barat yang diduduki Israel pada 1967, demikian menurut laporan yang dikeluarkan oleh Administrasi Sipil Israel di Tepi Barat pada bulan Juli lalu. Sebelumnya pemerintah Inggris dan Uni Eropa berkali-kali mengingatkan bahwa aktivitas pemukiman Israel itu dapat menjadi penghalang bagi perdamaian di Timur Tengah.(milyas/iol)

0 Komentar

Arsip