Kamis, 09 Pebruari 2012

Boikot Produk Israel

Kampanye Boikot Produk Israel di Tepi Barat

Selasa, 04/08/2009 14:48 WIB

KNRP - Di sebuah toko kelontong, di Ramallah, seorang pemuda bernama Daliya Alkhateb membagikan brosur ajakan membeli produk Palestina. Alkhateb melakukan aksi ini dalam rangka program Palestina bertajuk “Entajona” yang artinya produk kita. Ajakan ini, bermakna lain, kampanye pemboikotan produk Israel yang dijajakan di pasar Palestina.

Akan tetapi, di sisi lain, tidak bisa dipungkiri ada puluhan ribu buruh Palestina yang setiap harinya bekerja membantu pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Fenomena paradoks ini memang mau tak mau dihadapi penduduk Palestina. Setelah 40 tahun pendudukan Israel, kehidupan ekonomi Tepi Barat, memang banyak bergantung pada Israel. Orang-orang Palestina terpaksa menggunakan mata uang sheikel milik Israeldalam interaksi jual beli, dari jual beli barang kelontong hingga alat transportasi seperti mobil.

Produk-produk makanan dan minuman serta keperluan harian rumah tangga kini juga banyak yang berasal dari Israel. Petani dan para pengusaha Palestina mengatakan, pihaknya sangat sulit menandingi pasar yang dominan dikeuasai oleh Israel. ”Bahkan sekalipun produk yang dijual itu bukan produk Israel, tapi pasti masuknya melalui jalur Israel dan cukainya mengalir untuk Israel. Lalu apa yang kami perbuat dalam kondisi seperti ini?” ujar seorang pedagang.

Menurut Abdul Karem, dosen ilmu ekonomi Universits Birzeit, pemboikotan yang dilakukan itu memang akan mengalami kendala yang tidak ringan. Ia mengambil sampel masalah ini secara sederhana. Katanya,”Bayangkan saja, omset bisnis penduduk Palestina di Tepi Barat tak lebih dari 3 miliar dolar dalam satu tahun. Sementara Israel omsetnya melebihi 100 miliar dollar pertahunnya.”

Seruan pemboikotan produk Israel di Tepi Barat sudah dimulai sejak 2004, akan tetapi hasilnya tidak terlihat. Meski begitu Mushtafa Bargouthi, anggota Dewan Parlemen Palestina yang mendukung pemboikotan mengatakan, ”Kondisi ini telah berubah paska serangan Israel atas Gaza pada Januari tahun ini.” Menurutnya, pemboikotan adalah cara yang paling baik untuk menghadapi politik Israel tanpa kekerasan. Dan itu sekaligus akan menambah pendapatan penduduk Palestina. (mln/alqds)
 

0 Komentar

Arsip