Selasa, 06/07/2010 14:56 WIB
KNRP - Pemerintah Sementara Palestina pada Senin (5/7) menyinggung akan dilakukannya tindakan penanggulangan sebagai balasan atas mulai dilaksanakannya keputusan Israel yang melarang produk susu dan daging palestina ke Yerusalem dengan dalih produk-produk itu tidak sesuai dengan spesifikasi Israel.
Tel Aviv sebelumnya memutuskan mengeluarkan keputusan larangan itu pada awal bulan ini, dan Israel mengklaim bahwa keputusan sekadar teknis saja, tetapi Pemerintah Sementara yang dipimpin oleh Salam Fayyad dan para produsen Palestina melihat keputusan Israel itu sebagai bagian dari perang yang diluncurkan oleh Israel terhadap ekonomi Palestina.
Menteri Pertanian dalam pemerintah sementara, Ismail Deiq dis ela-sela aksi protes di Ramallah memberikan tanggapan bahwa pemerintah akan melakukan tindakan untuk melawan tindakankan Israel itu.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Federasi Industri Palestina, Ayman al-Sabih, mengatakan bahwa larangan itu dibuat dalam konteks reaksi Israel untuk membalas boikot Palestina terhadap produk-produk pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki. Federasi juga menekankan ihwal kualitas produk susu dan daging Palestina, tidak seperti klaim Tel Aviv.
Embargo Israel itu diduga kuat akan memengaruhi 58 peternakan sapi dan 11 pabrik yang menghidupi lebih dari 4.500 keluarga. Demikian juga diperkiarakan ekonomi Palestina akan membeku sekitar 48.000.000 dolar per bulan.(milyas/aljzr)