Kamis, 11 Maret 2010

Badan Kesehatan PBB Prihatin dengan Kondisi Kesehatan Gaza

Jumat, 22/01/2010 20:36 WIB

KNRP - Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan keprihatinannya tentang kondisi sistem kesehatan Gaza akibat blokade Israel.

"Kami sangat prihatin tentang sistem kesehatan saat ini di Gaza, khususnya dengan kapasitas dan kemampuan untuk memberikan layanan kesehatan standar yang layak kepada penduduk Gaza," ujar Koordinator Kemanusiaan PBB, Max Gaylard, sebagaimana dikutip oleh AFP pada hari Rabu (20/1).

"situasi yang merugikan ini tidak seperti Haiti. Kehancuran di Haiti disebabkan oleh gempa bumi, sementara keadaan di sini seluruhnya akibat buatan manusia dan seharusnya dapat diperbaiki secepatnya," tambahnya.

Komentar yang selalu didengungkan WHO adalah bahwa embargo dari pengepungan tersebut telah membuat obat-obatan tertentu langka, peralatan penting dan suku cadang menjadi susah masuk, serta menghalangi para dokter dan perawat untuk mengejar pelatihan lanjutan mereka.

Melihat penolakan Israel untuk memberikan pelayanan medis yang layak sebagaimana tuntutan warga Palestina, Tony Laurence, kepala organisasi untuk wilayah Palestina berkata, "Kalau ada seseorang yang terdesak memerlukan perawatan medis di negara saya, di Inggris, di Eropa, namun dia tidak bisa keluar lantaran hambatan birokrasi, maka itu akan menjadi sebuah skandal. Namun di palestina hal ini malah terjadi pada sekitar 300 hingga 400 orang setiap bulannya.

Angka-angka WHO menunjukkan bahwa sekitar 231 pengajuan pengobatan ditolak oleh pejabat Israel pada bulan lalu. Badan dunia tersebut juga mengklaim sedikitnya 27 warga Palestina meninggal tahun lalu, akibat terlalu lama menunggu izin untuk melakukan pengobatan.

Rumah sakit Al-Shaifa yang merupakan rumah sakit utama di kota Gaza, saat ini kondisinya dilaporkan sudah sangat memprihatinkan. Sebagian pasien meninggal karena kurangnya dokter spesialis dan peralatan medis dasar. Rumah sakit ini juga menjadi tidak aman dari ancaman serangan Israel karena klaim dari sumber-sumber intelijen Israel bahwa pejuang Palestina bersembunyi di ruang bawah tanah rumah sakit tersebut.

Pada pekan lalu saja, pasukan Israel menyerang sebuah klinik dan rumah sakit anak-anak. Serangan terhadap rumah sakit anak Al-Dorra itu merupakan pelanggaran genjatan senjata yang telah dicanangkan Dewan Keamanan PBB. (mirzah/presstv)

0 Komentar

Arsip