Jumat, 10 Pebruari 2012

Diabetes dan Sakit Mental Landa Warga Palestina

Minggu, 25/10/2009 14:31 WIB

KNRP – Sebuah studi mengenai kesehatan di wilayah Palestina menunjukkan bahwa 27% dari rumah tangga Palestina memiliki setidaknya satu orang yang menderita penyakit kronis atau cacat fisik. Studi yang dilakukan oleh Consulting Timur Dekat itu memberikan rincian sebagai berikut: 15% mengidap diabetes, 12% penyakit mental, 11% hidup dengan kelumpuhan, 8% menderita asma dan sesak napas, 8% menderita jantung dan kolesterol tinggi, 7% menderita sakit mata, 2% menderita ginjal, dan 2% kanker serta sisanya menderita ginekologi, neurologi, sistem pencernaan dan lain-lain.

 

Seperti diberitakan maannews, Sabtu (24/10), prosentase orang yang menderita penyakit mental di Jalur Gaza mengalami peningkatan sampai 21% dibandingkan dengan di Tepi Barat yang mencapai 11%.

 

Studi ini dilakukan pada bulan Oktober dengan sampel acak dari 1.000 orang Palestina dari dua jenis kelamin, dimana sampel itu tersebar di provinsi-provinsi di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Dari studi itu dengan jelas diketahui bahwa penyakit diabetes, penyakit jantung dan penyakit mental menempati daftar paling atas dari penyakit yang diderita oleh keluarga Palestina.

 

Berkenaan dengan asuransi kesehatan, hasil studi itu menyoroti bahwa 67% dari rumah tangga Palestina memiliki asuransi kesehatan untuk semua anggota keluarga dan 4% untuk sebagian besar anggota keluarga serta 6% untuk beberapa anggota saja. Sementara 23% dari keluarga Palestina tidak memiliki asuransi kesehatan untuk setiap anggota keluarganya. Hasil itu juga mengindikasikan bahwa 76% rumah tangga di Jalur Gaza memiliki asuransi kesehatan untuk semua keluarga anggota, dibandingkan dengan di Tepi Barat dimana anggota keluarga yang memiliki asuransi kesehatan mencapai 60% saja.

 

Disebutkam bahwa asuransi kesehatan pemerintah lebih banyak dimiliki oleh keluarga Palestina yang mencapai 80% daripada asuransi UNRWA yang  mencapai 9% dan secara berurutan disusul 8% oleh asuransi swasta, 2% dari asuransi Israel dan asuransi lainnya 1%. Sementara itu 74% dari rumah tangga memiliki asuransi dari pemerintah. Adapun asuransi pemerintah di Tepi Barat mencapai 61% dari rumah tangga.

 

Dalam konteks yang sama, 53% dari responden menyatakan bahwa dalam hal perawatan kesehatan ketika menunggu dokter diketahui 53% menilai baik,  26% menilai cukup serta 21% menilai buruk. Berkenaan dengan waktu konsultasi medis, 37% menyatakan nilai cukup, 32% menilai baik dan 32% menilai buruk. Adapaun terkait rata-rata ketersediaan obat-obatan utama diketahui 55% menilai cukup, 37% menilai baik dan 8% menilai buruk. Diketahui juga ternyata proporsi ketersediaan obat-obatan untuk di Gaza mencapai 22% dibandingkan di Tepi Barat yang mencapai 47%..

 

Menarik diungkap, Consulting Timur Dekat adalah perusahaan yang khusus dan sang pionir dalam pelaksanaan studi, riset dan konsultasi tentang isu-isu politik, ekonomi, sosial, kesehatan dan media.(milyas/maannews)
 

0 Komentar

Arsip