Senin, 21/12/2009 11:22 WIB
KNRP - Gerakan Hamas Palestina mengutuk rencana Mesir untuk membangun dinding logam di sepanjang Jalur Gaza. Mereka mengatakan pembangunan tembok tersebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Jurubicara Hamas, Fawzi Barhoum, mengatakan langkah lebih lanjut yang dilakukan Mesir ini akan semakin memblokir bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan ke wilayah miskin yang terkepung yaitu Gaza.
Israel yang telah lama memberlakukan pengepungan total di Jalur Gaza yang sudah miskin, kini semakin terdukung setelah menerima kerjasama penuh dari pihak berwenang Mesir. Tentu saja kebijakan kedua negara ini menyebabkan krisis kemanusiaan di Palestina bertambah parah.
Perekonomian Gaza telah hancur selama diberlakukannya pengepungan oleh Israel dan Mesir melalui penyegelan perbatasan. Perbuatan ini meninggalkan warga Palestina berada dalam kelaparan dan kekurangan berbagai kebutuhan barang-barang dan komoditas sehari-hari.
Barhoum telah menyarankan para pejabat Mesir untuk membantu palestina bertahan melawan blokade ekonomi di Gaza serta membantu membuka penyeberangan bagi 1,5 juta orang yang tinggal di pesisir.
Mesir kini tengah memulai pembangunan 10 kilometer tembok di bawah tanah dengan dinding baja berkekuatan super di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza. Pembangunan dinding ini bertujuan mencegah warga Gaza untuk menggali terowongan yang kerap mereka gunakan untuk kelangsungan hidup. Dengan adanya terowongan tersebut, warga Gaza dapat membawa kebutuhan dasar mereka seperti makanan dan bahan bakar masuk ke Palestina melalui wilayah Mesir. (mirzah/presstv)