Jumat, 10 September 2010

Libatkan Rabi Yahudi AS

Israel Culik dan Bunuh Warga Palestina, Lalu Jual Organ Tubuhnya

Kamis, 20/08/2009 13:16 WIB

KNRP - Seorang wartawan Swedia Donald Bostrom, melansir informasi mengejutkan di harian Aftonbladet. Isinya soal informasi tentara Israel yang membunuh warga Palestina untuk kemudian menjual anggota tubuh mereka. Ia meminta maaf terhadap banyak pihak yang menudingnya antisemit, namun ia menyatakan bahwa apa yang ia paparkan adalah sesuai prosedur penyidikan internasional.

Ia mengaku telah melakukan penyelidikan sejak awal 1990 atas informasi yang ia paparkan itu. Hasil penyelidikan itu memunculkan kegalauan dalam hatinya, terlebih dari informasi yang ia peroleh, ternyata sejumlah Rabi Yahudi yang kini ditangkap oleh pemerintah AS, juga terlibat dalam kejahatan penjualan organ tubuh warga Palestina itu.

Ia menyampaikan, setelah ia melontarkan informasi adanya penjualan organ tubuh secara ilegal, ia jelas harus melakukan langkah-langkah penyelidikan lebih serius. Harian yang dianggap terbesar di Swedia pun kemudian melansir semua isi penyelidikannya itu secara utuh, tanpa ada editing.

Kementerian Luar Negeri Israel menolak keras adanya tudingan yang diampaikan oleh Donald Bostrom. Jubir Menlu Israel Begial Balmor mengatakan, ”Hanya sekedar menyebarluaskan informasi tersebut, hal itu merupakan indikator buruk bagi harian Swedia. Tidak ada tempat di negara demokratis terhadap hal seperti ini. Laporan itu buruk bagi demokrasi Swedia dan pers Swedia secara keseluruhan.” Sementara petinggi di Deplu Israel di Stoklholm mengatakan segera mengirim surat kecaman terhadap pemerintah Swedia dan harian yang bersangkutan. ”Israel melihat artikel itu berbahaya,” ujarnya.

Isi laporan itu menjelaskan tentang sepak terjang rabi Yahudi Levi Yetzhak, yang beberapa waktu lalu terjerat delik penjualan organ manusia ilegal, dan memunculkan ketegangan antara AS dan Israel. Organ tubuh yang dijual itu disebutkan berasal dari warga Palestina yang dibunuh. Laporan itu juga menyajikan informasi sejumlah pemuda Palestina yang dipaksa untuk memberikan organ tubuh mereka. Bostrom mengaku telah melakukan interview dengan orang Palestina di Nablus, Jenin dan Gaza. Mereka mengaku dipaksa memberikan organ tubuh anaknya kepada tentara Israel. Bahkan disebutkan separuh dari seluruh organ tubuh rakyat Palestina yang dibunuh itu masih disimpan di Israel dan sebagiannya telah dijual secara ilegal di Turki, Eropa Timur, Amerika Latin, di bawah pengetahuan pemerintahan Israel yang kemudian tidak bertindak atas pelanggaran itu.

Sumber Amerika menjelaskan, salah satu tersangka di atas terbukti bekerja sebagai perantara praktik jual beli organ manusia, kebanyakan ginjal, yang didatangkan dari Israel. Di negara Zionis itu, satu buah ginjal dihargai 10 ribu dollar (sebanding dengan 100 juta rupiah), sementara setelah sampai di Amerika, organ itu berharga 150 dollar (sekitar 1,5 Milyar rupiah).

Donald Bostrom dalam laporannya juga mengungkap informasi prihal dua orang pemuda Palestina yang diculik dari kampung mereka pada pertengahan malam. Mereka lalu dibunuh dan dikubur di malam hari setelah dilakukan operasi bedah atas organ tubuh mereka. Menurut Bostrom, ia memperoleh laporan seperti ini dari salah seorang staf PBB yang bekerja membuat buku di Tepi Barat. Menurutnya, staf PBB itu telah menunjukkan adanya hubungan antara penculikan dengan pengambilan organ tubuh. Tapi ia tak bisa melakukan apa-apa.

Bostrom adalah seorang photographer dan jurnalis freelance. Artikel yang mengungkap kejahatan Israel itu dilansir pada harian Aftonbladet pada tanggal 17 Agustus 2009 lalu. (mln/alqds)
 

0 Komentar

Arsip