Kamis, 09 Pebruari 2012

Obat-obatan dan Kain Kafan Kadaluwarsa di Gaza

Rabu, 21/07/2010 11:18 WIB

KNRP - Koresponden Al-Jazeera di Gaza memonitor banyaknya sumbangan yang dikirim oleh banyak negara dan berbagai lembaga, dimana logistic sumbangan itu benar-benar sudah kadaluwarsa, dan itu menyebabkan lebih banyak sisi bahayanya daripada manfaatnya.

Menurut Munir Bursh, seorang yang bertanggung jawab atas agenda donasi di Departemen Kesehatan di Gaza, hanya 30% dari sumbangan medis yang tiba setelah perang itu yang dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Bursh juga berbicara tentang pengiriman sebuah kontainer senilai dua juta dolar yang dialokasikan untuk flu babi.

Sementara Bassam Barhoum, direktur perbekalan kesehatan di Depkes di Gaza, ia berbicara bahwa peralatan pencucian ginjal telah sampai melalui salah satu konvoi bantuan, namun peralatan itu telah kadaluawarsa.

Namun yang memicu kemarahan dan rasa kesal banyak pejabat Depkes di Gaza adalah ihwal sumbangan kain kafan untuk anak-anak yang sudah tidak layak.

Para pejabat itu menekankan bahwa Gaza sudah 100% tidak punya persediaan obatan-obatan dari 120 jenis obat-obatan utama yang sangat diperlukan, meskipun permintaan obat-obatan itu sudah disampaikan kepada para pengirim bantuan.

Lantaran berlimpahnya obat-obatan kadaluwarsa dari berbagai konvoi bantuan ke Jalur Gaza yang harus segera dikubur, dimana kondisi Gaza kurang tersedia sarana untuk melakukan pembuangan dan pembakaran obat-obatan itu, justru situasi itulah yang dapat menyebabkan masalah lingkungan yang serius.(milyas/aljzr)
 

0 Komentar

Arsip