Senin, 06 Pebruari 2012

Pasca Agresi, Cacat Bawaan Bayi di Gaza Meningkat Tajam

Senin, 21/12/2009 17:02 WIB

KNRP - Organisasi hak asasi manusia Palestina pada hari Ahad (20/12) membenarkan mencuatnya fenomena yang digambarkankannya sebagai hal yang berbahaya dan tidak wajar yang terjadi di Jalur Gaza setelah hampir satu tahun agresi Israel atas Gaja berlalu, dimana hal itu menyisakan situasi hak asasi manusia di sana memburuk.

LSM Hati Nurani (Dhamir) menyebutkan tingginya jumlah bayi lahir cacat dan tingkat rata-rata keguguran serta kanker, terutama di kalangan anak-anak dan orang tua/lansia, itu semua karena penjajah Israel menggunakan senjata yang mengandung racun dan bahan radioaktif selama agresi brutal mereka di Gaza.

Dhamir mempresentasikan sebuah artikel terkait kesehatan dan ancaman lingkungan yang dihadapi Gaza saat sekarang, dimana disebutkan bahwa kelainan pada bayi baru lahir meningkat tajam usai aneksasi Israel jika dibandingkan dengan sebelum aneksasi.

Organisasi itu mengatakan, jumlah kasus anak yang lahir cacat dalam waktu tiga bulan dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2008 di Jalur Gaza sebelum gempuran Israel itu hanya 27 kasus, sedangkan jumlah mereka pada periode yang sama pada tahun 2009 atau setelah serangan itu tercatat 47 kasus, yang berarti kasus ini meningkat hampir dua kali lipat.

Ditambahkan Dhamir, 50% dari kelainan itu pada sistem saraf dan yang paling banyak pada sistem adhesi anggota tubuh. Dijelaskan juga bahwa di daerah-daerah Jabaliya dan Beit Hanoun serta Beit Lahia merupakan daerah-daerah terbesar terjadinya kasus-kasus kelainan bawaan pada bayi itu, dan ternyata lokasi-lokasi itu merupakan wilayah yang paling sering diserang oleh Israel.

Untuk diketahui bahwa Israel telah melancarkan serangan besar-besaran dari udara, darat dan laut terhadap Jalur Gaza yang dimulai pada 27 Desember 2008 dan berlangsung selama 22 hari, yang menewaskan 1430, sebagian besar dari mereka warga sipil, dan 5.400 lainnya terluka.

LSM Dhamir juga telah mendeteksi efek kesehatan yang paling menonjol dan konsekuensi lingkungan akibat penggunaan senjata yang mengandung racun dan bahan radioaktif selama agresi Israel itu, yaitu aksi jenis racun dan radioaktif yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal volume kekuatan dan dampaknya.
 

LSM itu kemudian memperingatkan bahwa kesehatan dan kondisi lingkungan di Jalur Gaza akan makin parah dari hari ke hari, sebagai dampak dari agresi itu yang dilanjutkan dengan blokade Israel atas penyeberangan perbatasan dengan Jalur Gaza yang sudah menginjak tahun ketiga secara berturut-turut.

LSM Dhamir juga menegasklan ihwal dimensi dan implikasi kesehatan lingkungan serta masa depan yang sangat serius di balik penggunaan zat-zat beracun oleh penjajah Israel itu. Dhamir mengatakan, kesehatan dari setengah juta warga Palestina di Gaza kemungkinan akan terpengaruh pada setiap saat, di samping adanya pencemaran dari semua komponen lingkungan dasar air, tanah dan udara, yang pada dasarnya memang sudah sangat kritis. Kemudian zat-zata beracun menempel di tanah dan udara yang langsung dihirup warga setiap hari.

Organisasi ini juga telah menginventarisir pelbagai penyakit akibat zat-zat beracun itu, di antaranya krisis pernapasan akut, memburuknya dari status kesehatan pasien pernapasan, sistem syaraf dan mempengaruhi kesuburan pada pria maupun kerusakan lingkungan Palestina kunci yaitu tanah, air dan udara.(milyas/im)

0 Komentar

Arsip