Nasib Pasien asal Gaza
Selasa, 08/12/2009 13:47 WIB
KNRP - Ada-ada saja cara yang digunakan penjajah Zionis Israel untuk bisa mengorek informasi tentang kondisi pejuang Palestina. Harian The Guardiant, hari kemarin (7/12) menurunkan laporan tentang perbatasan Beit Hanun (Erez) yang digunakan sejumlah pasien sakit asal Gaza untuk bisa keluar menuju wilayah kekuasaan penjajah Israel, untuk mendapatkan pengobatan. Nah, sebelum sampai di rumah sakit milik Israel, mereka diteror untuk mau bekerjasama menjadi kolaborator atau intelejen Israel di Gaza.
Sejumlah petinggi keamanan Israel disebutkan menghalangi pasien sakit Palestina selama beberapa peka meski tanpa tuduhan atau bukti keterlibatannya terhadap pelanggaran hukum. Setelah diselidiki, ternyata pasien itu ditahan dalam rangka memberi waktu kepada yang bersangkutan untuk menyetujui menjadi mata-mata Israel bila kelak bisa kembali ke Gaza. Bila hal itu disetujui, barulah penjajah Israel akan mengizinkannya berobat di rumah sakit milik Israel.
Sang pasien asal Gaza itu bernama Abdul Karim Atal, pemuda berusai 28 tahun yang ditahan Israel dan tidak boleh mendapatkan pengobatan kecuali bila setuju menjadi antek Zionis di Gaza. Atal sendiri menderita penyakit mata yang akut hingga hampir saja ia kehilangan fungsi matanya, karena terlalu lama ditahan oleh penjajah Israel dan tidak mendapatkan pengobatan yang layak. Atal yang berasal dari Kamp Jabaliya, Gaza, berniat ingin berobat mata di Al Quds (Jerussalem) melalui operasi kornea yang sudah dijadwalkan.
Menurut Organisasi Dokter untuk HAM, organisasi yang berdiri di Israel, tekanan dan terror yang dilakukan terhadap pasien asal Gaza itu sudah mencapai tahap memaksa. Dan hal itu dilarang oleh undang-undang Jenewa yang keempat. Dan dimungkinkan telah melanggar piagam PBB terkait larangan penyiksaan. Disebutkan, ada sekitar lima orang asal Gaza yang mengajukan permohonan bisa masuk ke Israel untuk pengobatan, dan kini justru berada di ruang interogasi. (mln/qds)