Kamis, 23 Pebruari 2012

Pelayanan Medis Gaza di Ambang Kehancuran

Jumat, 10/06/2011 08:53 WIB

KNRP - Menteri Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, Basem Naem mengatakan bahwa sektor kesehatan Gaza berada di ambang kehancuran akibat kekurangan pasokan medis yang disebabkan oleh pengepungan Israel yang sedang berlangsung.

Naem mengatakan dalam konferensi pers, di tengah kekurangan obat terburuk di Gaza dalam lima tahun terakhir akibat blokade Israel, kehidupan pasien di Gaza sedang sangat terancam, demikian Press TV melaporkan pada hari Kamis (9/7).

Ia juga mengatakan bahwa departemen kesehatan Gaza telah memutuskan untuk memotong lima persen dari gaji pegawai departemen kesehatan untuk obat-obatan impor dan pasokan medis lainnya.

Dia juga menyatakan bahwa negaranya dalam keadaan darurat dan memperingatkan bahwa sektor kesehatan akan runtuh jika obat-obatan dan perlengkapan medis yang diperlulan tidak diimpor.

Naem menambahkan bahwa ratusan obat-obatan dan pasokan sudah habis, akibatnya semua operasi akan dihentikan dalam beberapa hari mendatang jika pasokan medis tidak juga mencapai Gaza.

Pejabat Gaza itu menyalahkan Otoritas Palestina di Tepi Barat yang melakukan penundaan pengiriman obat. Naem mengimbuhkan bahwa biasanya Otoritas mengirim berbagi obat bulanan ke Gaza.

Karena pengepungan, pasien Gaza harus mencari pengobatan di luar negeri di Mesir. Oleh karena itu, mereka perlu mendapatkan izin resmi untuk meninggalkan Gaza. Sebagian besar dari mereka mengeluh bahwa izin yang diberikan kerap mengalami penundaan yang panjang.

Menurut pejabat kesehatan, pelayanan bedah telah menurun ke kapasitasnya yang paling minimum di semua rumah sakit sebagai akibat dari keadaan tragis di Gaza.

Otoritas Palestina yang dijalankan oleh Mahmoud Abbas berkilah bahwa kekurangan parah di Tepi Barat juga tengah dialami karena kekurangan uang.(milyas/presstv)
 

0 Komentar

Arsip