Kamis, 03/06/2010 10:23 WIB
KNRP - Seorang bayi Palestina meninggal pada hari Selasa (1/6) di Jalur Gaza karena keluarganya tidak diizinkan untuk mendapat perawatan dari rumah sakit di luar Gaza. Meninggalnya bayi malang itu menambah panjang jumlah korban tewas akibat pengepungan yang dikenakan atas wilayah Gaza menjadi 374 orang.
Dr Muawiya Hassanein, direktur umum layanan darurat, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Pusat Informasi Palestina bahwa Muhammad Akram Khader (7 bulan) menderita pembengkakan otak. Sang bayi membutuhkan pengobatan di luar Gaza karena di Gaza tidak memiliki kemampuan medis yangmemadai terkait masalah blokade yang dilakukan Israel.
Hassanein mengatakan bahwa pasukan pendudukan Israel telah mencegah keluarga bayi tersebut dari perjalanan untuk keperluan pengobatan sehingga menyebabkan kematiannya.
Dia menekankan bahwa ratusan pasien juga kini berada dalam risiko kematian karena pembatasan perjalanan untuk menerima pengobatan. (mirzah/pic)