Jumat, 10 Pebruari 2012

Seorang Istri Meminta Penanganan Medis bagi Suaminya

Rabu, 14/10/2009 13:45 WIB

KNRP - Kisah pilu datang dari seorang wanita warga Gaza yang suaminya ditawan Israel. Istri Awad Ra'ed Ashur, tahanan otoritas pendudukan Israel (IOA), dengan nada sedih meminta semua kelompok hak asasi manusia agar bersedia menyelamatkan hidup suaminya yang kini menderita sakit jantung parah dan sakit perut.

Istri Ashur mengadukan pada Perkumpulan Wa'ed untuk Perjuangan Tahanan pada hari Selasa (13/10) bahwa kondisi suaminya kini semakin memburuk. Berat badannya turun secara drastis selama beberapa bulan terkahir.

Dia juga menambahkan bahwa dokter penjara telah memberinya obat penenang, namun Ashur tak mampu menelan obat tersebut karena kondisi kesehatannya yang sudah sangat menurun.

Lebih jauh sang istri mengatakan bahwa dia telah berusaha meminta palang merah agar turut campur tangan dalam memberikan pengobatan kepada suaminya, tapi apa daya tidak ada hasil yang dicapai. Dokter palang merah saja baru memeriksa suaminya setelah tujuh bulan sang istri meminta bantuan ke palang merah. Ini merupakan waktu yang terlalu lama untuk menunggu bantuan padahal suaminya dalam kondisi yang membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.

Menurut pengakuan istriya, Ashur, yang ditahan di penjara gurun Nafha, ketika ditangkap sudah dalam kondisi terluka. Hal ini yang membuat keluarga menjadi miris dan khawatir dengan kondisi Ashur.

Tragedi semacam ini bukan yang pertama menimpa warga Gaza yang mengalami penangkapan dalam kondisi tidak sehat atau terluka. Bahkan bila ditangkap dalam kondisi sehat pun, tak lama dalam penjara kondisi kesehatan si tahanan dapat turun secara drastis hingga mengidap berbagai macam penyakit.

Jika semua kasus-kasus tahanan Palestina yang berada di balik jeruji Israel di bongkar, maka kejahatan kemanusiaan terbesar dalam peradaban umat manusia mungkin akan didapatkan disana. pasalnya, bukan satu atau dua orang Palestina saja yang diperlakukan demikian, tapi hampir setiap tahanan yang menderita sakit maka akan dibiarkan tanpa perawatan medis, atau diberikan perawatan medis yang tidak tepat sehingga malah menambah penyakit dan derita sang tahanan. (mirzah/pic)

0 Komentar

Arsip