Jumat, 10 Pebruari 2012

Kondisi Tahanan

Tahukah Anda, Apakah Rumah Sakit Penjara Ramlah itu?

Selasa, 11/08/2009 12:30 WIB

KNRP - Nafhah, Asqalan, Galbu, Hadareem, Nagb, Efar, Rayman, Damon, Shatthah, Magdu, Beer Sheba, ohle Kaedar, Hasharron dan Ramlah. Itulah nama-nama penjara Zionis Israel. Memang, nama boleh berbeda, tapi isi dan kontennya sama saja. Targetnya adalah bagaimana menghancurkan para tahanan Palestina secara kejiwaan dan fisik sebelum akhirnya para tahanan itu dihabisi dengan cara yang paling bengis seperti hukuman gantung khas Israel.

Tahukah Anda, apa yang dinamakan dengan Rumah Sakit Penjara Ramlah itu? Ternyata bukanlah rumah sakit yang kita bayangkan. Bahkan rumah sakit itu terkadang lebih kejam dari sel-sel penjara di samping juga menghinakan profesi kedokteran. Di rumah sakit inilah para tahanan dibiarkan menderita tanpa pengobatan, agar mentalitas mereka turun sembari menjemput maut secara pelan-pelan dan menyiksa. Ada puluhan tahanan Palestina yang kesakitan tanpa pengobatan, dan itu selama bertahun-tahun.

Namanya Ali Hasan Rabbah Shalaladah (60 tahun), seorang tahanan asal Al-Quds. Ia merupakan salah satu tahanan senior di mana Shalaladah dijebloskan Israel sejak Agustus 1990. Ia divonis hukuman penjara selama 25 tahun, dan sampai saat ini sudah menjalani 20 tahun.

Selama 19 tahun lamanya Shalaladah berpindah dari satu penjara ke penjara lainnya. Dimulai dari Penjara Maskubiyyah di Al-Quds, lalu Penjara Sheba, Ramlah, Shathah, Asqalan, Hadareem dan Nafhah. Selain itu, ia juga bolak-balik ke klinik-klinik di berbagai penjara plus obat-obatan yang sangat minim. Karena kondisi kesahatannya yang semakin memburuk, maka jadilah Shalaladah penghuni tetap di Rumah Sakit Penjara Ramlah sejak 12 tahun lalu.

Shalaladah sendiri didera penyakit kronis sejak bertahun-tahun di penjara, dan tentu saja tanpa pengobatan. Akibatnya, jasadnya yang lemah kini malah dihinggapi berbagai penyakit yang berbeda-beda. Untuk orang-orang sehat saja akan sakit jika tinggal di lingkungan yang buruk selama bertahun-tahun. Maka apa lagi dengan Shalaladah, yang kini kesehariannya harus bertarung dengan maut. Shalaladah menderita sesak di dada karena dua per tiga paru-parunya sudah tidak berfungsi, penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dua kakinya membusuk, dan gusi-gusi serta gigi yang bengkak. Bisa jadi, jika Shalaladah melakukan general check up dipastikan akan terungkap penyakit-penyakit lainnya.

Nah, di manakah para penggiat HAM yang selalu nyaring bersuara itu? Jangan-jangan mereka sudah menjadi macan ompong. (milyas/paltimes)
 

0 Komentar

Arsip