Minggu, 20/12/2009 07:02 WIB
KNRP - Anggota parlemen Arab, Ahmad Al-Taibi, pada hari Jumat kemarin (18/12) menuduh pemerintah pendudukan Israel telah mencuri kulit dan kornea penduduk Palestina yang telah mati tanpa persetujuan dari keluarga jenazah, dan dalam hal ini tentara Israel jelas telah menorehkan luka di hati keluarga korban.
Menurut Taibi, dua saluran TV Israel melaporkan perusahaan dan sebuah film dokumenter berisi rekaman suara direktur lembaga Abu Kabeer milik Israel. Dalam laporan tersebut diungkapkan fakta yang tidak pernah dipublikasikan sebelumnya ihwal pencurian organ dari jenazah Palestina. Laporan ini membuktikan bahwa institusi tersebut memang melakukan praktek tidak manusiawi tanpa persetujuan dari kerabat orang yang meninggal.
Taibi menambahkan bahwa kabar baru tersebut membuktikan laporan wartawan Swedia, Donald Bostrom, tentang kejahatan Israel dalam mencuri organ pejuang Palestina beberapa bulan lalu adalah benar, meskipun pemerintah pendudukan Israel berusaha menyembunyikan fakta-fakta.
Sementara itu, seorang profesor Inggris, Profesor Nancy Shepherded Yoz, yang pernah bertemu dan mewawancarai direktur lembaga tersebut sepuluh tahun yang lalu, menegaskan, "Memang benar bahwa ada bagian-bagian organ yang diambil dari jenazah Palestina oleh Israel, tetapi yang paling dipermasalahkan adalah bahwa bagian-bagian itu diambil tanpa persetujuan keluarga almarhum, dan ini jelas tidak manusiawi. Bagaimana mungkin kita membayangkan pemindahan kulit dari tubuh milik orang Palestina kepada tentara Israel yang terluka, sementara orang Palestina selalu dianggap musuh oleh Israel, sungguh perbuatan yang tidak bermoral". (mirzah/vop)