Kamis, 22/04/2010 10:58 WIB
KNRP - Seorang tahanan Palestina bernama Emad Zurub yang menderita kanker, mengalami kondisi yang sangat buruk di dalam tahanan Israel dan membutuhkan perawatan medis yang tepat di luar penjara. Ia telah menjalani masa tahanan sejak usia 18 tahun dan kini harus berjuang melawan penyakit yang mengancam jiwanya. Demikian informasi yang dikeluarkan oleh komite tingkat tinggi nasional yang mendukung tahanan pada hari Rabu (21/4).
Riyadh Al-Ashqar, juru bicara komite, mengatakan dalam siaran pers bahwa Zurub, yang berasal dari Jalur Gaza dan ditahan sejak 11/4/1993, terpaksa harus menjalani hukuman seumur hidup akibat vonis tidak adil yang dijatuhkan militer Israel terhadapnya. Saat menjalani masa tahanan pada 17 tahun silam, Zurub belum menderita penyakit ganas itu, namun hanya setahun di dalam penjara, tiba-tiba Zurub terkena penyakit yang hingga kini masih bersarang di tubuhnya.
Dia menambahkan bahwa kesehatan Zurub mulai menurun dua tahun setelah penahanannya dan menjalani operasi namun kondisinya terus memburuk dan ujian baru membuktikan bahwa kanker kelenjar yang tersebar di tubuhnya.
Ashqar menggarisbawahi bahwa tahanan lain seperti Raed Darabeh juga menderita penyakit kanker. Ia berasal dari Jalur Gaza dan juga menjalani hukuman seumur hidup dengan kondisi kesehatan yang sangat serius.
Darabeh, yang ditahan sejak 18/4/2002, mengidap kanker di punggungnya sejak empat tahun yang lalu namun karena kelalaian medis yang dilakukan pemerintah Israel, maka kini kondisinya semakin memburuk dengan cepat, demikian sebagaimana yang disampaikan jurubicara. Ia juga menambahkan bahwa Darabeh telah menjalani enam kali operasi yang semuanya gagal membuahkan kesembuhan.
Ashqar mengatakan bahwa Darabeh membutuhkan sebuah operasi yang terbilang berbahaya dan sensitif di bagian saraf tulang belakang. Sementara itu otoritas penjara Israel malah menunda-nunda operasi sehingga mengancam hidup Darabeh.
Ia mengimbau kepada organisasi internasional untuk campur tangan dan menuntut pembebasan para tahanan, sehingga mereka bisa menerima pengobatan yang tepat dengan cepat. (mirzah/pic)