Kamis, 09 Pebruari 2012

Bersama delegasi Al Quds Internasional Institution, KNRP Gelar Seminar Internasional

Minggu, 30/05/2010 21:15 WIB

KNRP - Pasca serangan Israel terhadap Palestina akhir tahun 2008 selama 22 (dua puluh dua) hari menyebabkan kehancuran total infrastruktur Negara Palestina. Kondisi itu semakin diperburuk dengan adanya embargo yang diberlakukan Israel dan sekutunya yang berakibat tidak adanya pasokan obat-obatan, bahan makanan dan pakaian ke wilayah Palestina. Bahkan usaha-usaha bantuan kemanusiaan internasional sebagai wujud solidaritas dunia pun menghadapi hambatan-hambatan yang tidak manusiawi.

Sementara itu, penjajah Israel hari demi hari terus meningkatkan kebrutalannya dengan merampas tanah, menghancurkan bangunan, mendirikan pemukiman baru, melakukan tekanan dan intimidasi terhadap warga Palestina. Bahkan, pihak Israel kembali melanjutkan proyeknya memperluas sejumlah terowongan dan penggalian di bawah Masjid Al Aqsha yang berada di kota suci al Quds. Proyek penggalian terowongan tersebut dikhawatirkan akan mengancam rubuhnya bangunan Masjid Al Aqsha yang merupakan tempat tersuci ketiga umat Islam.

Itulah sebagian pemikiran yang mendorong diselenggarakannya Seminar Internasional bertajuk “Al-Aqsha dan Palestina; Problematika dan Perspektif Masa Depan”. Acara yang akan digelar oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) akan dilaksanakan pada hari Senin (31/5) di Ruang Gemini – Executive Club – Hotel Sultan Jakarta.

Menurut Ketua Panitia Acara, sekaligus Ketua Harian KNRP, DR. Muqaddam Khalil, “Seminar ini penting digelar untuk memahamkan publik permasalahan Masjid Al Aqsha dan Palestina baik dari sudut sejarah, politik maupun kemanusiaan.” Selain itu, tambahnya, dari pemahaman itu, diharapkan para profesional dan lembaga kemanusiaan serta berbagai unsur masyarakat di Indonesia bisa lebih menyadari tanggung jawab mereka terhadap Masjid Al Aqsha dan Palestina secara umum.

Dalam seminar ini, hadir dan berbicara sejumlah pakar masalah Al Aqsha dan Palestina, dari dalam dan luar negeri. Antara lain, DR. Muzzammil Yusuf sebagai Koordinator Kaukus Palestina DPR RI, Kementerian Luar Negeri RI (Dir. Urusan Timur Tengah), DR. Fathy, seorang pakar masalah Al Aqsha dan Palestina utusan Al Quds International Institution serta Syaikh Mahmoud Shiyam, utusan Ikatan Ulama Palestina. (mln/knrp)


 

0 Komentar

Arsip