Minggu, 30/05/2010 20:38 WIB
TVone - Israel, Sabtu mengecam satu resolusi 189 negara penandatangan Perjanjian Non Proliferasi (NPT)nuklir dan mengatakan pihaknya akan menolak ikut serta dalan konferensi mengenai Timur Tengah bebas senjata nuklir.
Israel mengatakan resolusi yang disetujui PBB,Jumat itu menyudutkan negara itu dan tidak menyebutkan ambisi nuklir Iran.
"Resolusi ini sangat cacat dan munafik. Resolusi tersebut mengabaikan realitas di Timur Tengah dan ancaman nyata yag menghadapi kawasan itu dan seluruh dunia," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Toronto oleh pemerintah Israel, saat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengunjungi Kanada.
"Resolusi itu menuding Israel, satu-satunya negara demokrasi sejati Timur Tengah dan satu-satunya negara yang diancam untuk dimusnahkan," kata pernyataan Israel, yang diduga satu-satunya negara di kawasan itu yang memiliki senjata nuklir yang tidak diumumkan.
"Dengan sifat resolusi ini yang menyimpang , Israel tidak akan dapat ikut serta dalam pelaksanaannya," kata pernyataan itu.
Iran, yang diduga sedang berusaha memiliki senjata atom, menymbut baik resolusi para penandatangan NPT yang mengusulkan langkah-langkah baru menunju perlucutan senjata nuklir itu.
Perjanjian itu dicapai Jumat pada konferensi NPT 2010 yang menyerukan diselenggarakan konferensi regional tahun 2012 untuk mempercepat tercapainya tujuan Timur Tengah bebas senjata nuklir.
Perjanjian itu secara khusus menyebut tentang "pentingnya keikutsertaan Israel dalam perjanjian itu dan menempatkan seluruh fasilitas nuklirnya dibawah pengamanan IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional).
Tetapi pertemuan itu tidak menyebut negara-negara lain termasuk India dan Pakistan, seperti halnya Israel, yang bukan anggota perjanjian itu dan diperkirakan memiliki senjata-senjata nuklir.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Jumat mengatakan kami mendukung tujuan-tujuan resolusi itu, tetapi ia mengecam perjanjian itu karena memfokuskan pada Israel. "Kami menentang keras usaha-usaha untuk menyudukan Israel, dan kami akan menentanag tindakan-tindakan yang dapat membahayakan keamanan nasional Israel," katanya.
Resolusi itu juga tidak menyebut Iran, yang menghadapi sanksis-sanksi PBB babak baru karena penolakannya untuk menghentikan pengayaan uranium sebagai bagian dari satu program nuklir yang sebagian masyarakat internasional khawatirkan sebagai satu usaha tersembunyi untuk membuat senjata nuklir. Teheran mengatakan program nuklirya hanyalah untuk energi nuklir sipil.
Wakil Iran di IAEA Ali Asghar Soltanieh mengemukakan kepada kantor berita IRNA bahwa Amerika Serikat, walaupun menentang nasakah resolusi itu menyangkut Israel, harus mengikuti negara-negara lain.
"Keberatan AS itu adalah simbolis dan negara itu harus tunduk pada permintaan dunia, yaitu Israel harus masuk dalam NPT dan membuka instalasi-instalasi nuklirnya bagi pemeriksa-pemeriksa IAEA," katanya.
Resolusi itu dikeluarkan setelah sebulan perdebatan yang nyaris gagal sampai detik terakhir, dengan Iran berusaha bagi sikap lebih keras terhadap Israel.
Ketua urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton memuji kesepakatan itu dan mengatakan Uni Eropa akan "segera melakukan persiapan menyangkut bantuannya pada proses bagi pelaksanaan resolusi Timur Tengah itu.
Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner juga menyatakan keberatan tentang perjanjian itu karea tidak lebih tegas, khususnya mengenai krisis Iran yang adalah satu fokus kecemasan masyarakat internasional."
Israel diduga keras memiliki senjata-senjata nuklir, tetapi tetap mempertahankan kebijakan menolak membantah atau mengakui menyangkut senjata nuklirnya.
Keputusan NPT itu tidak akan mengubah kebijakan Israel itu. PM Israel diperkirakan akan membicarakan perjanjian itu dengan Ombama dala kujungannya ke Gedung Putih, Selasa.
Para pejabat Israel menyambut baik pernyataan Obama dan klarfikasi-klarifikasi dari para pejabat senior AS bahwa konferensi mengenai Timur Tegah bebas dari senjata nuklir tidak akan diselenggarakan tanpa keikut sertaan Israel. (Ant)