Kamis, 09 Pebruari 2012

Netanyahu Ancam Serang Gaza Kembali

Rabu, 31/03/2010 12:26 WIB

KNRP - PM Israel Netanyahu kembali mengancam pejuang Palestina, bahwa Israel akan membalas semua serangan pejuang Palestina dari Gaza terhadap wilayah Israel. Kepada wartawan dalam sebuah rapat koordinasi pemerintahannya, Netanyahu mengatakan, "Politik pembalasan serangan oleh Israel akan dilakukan secara keras dan menghancurkan. Pembalasan yang keras itu akan dilakukan sebagai jawaban kerugian yang menimpa rakyat kami ataupun militer kami. Ini strategi yang sudah diketahui dan akan terus berlangsung." Sebelumnya, Netanyahu mengatakan, "Hamas dan berbagai organisasi pejuang Palestina lainnya, harus tahu bahwa mereka akan bertanggung jawab atas serangan yang dilakukannya terhadap Israel."

Sementara itu, Menkeu Israel Yoval Stainitez yang dekat dengan Netanyahu menambahkan bahwa pihaknya akan menghabisi Hamas yang kini berkuasa di Gaza. "Cepat atau lambat, kami akan menghabisi kekuatan militer Hamas yang ditopang oleh Iran, dan kini menguasai Gaza," tandasnya. Ia menambahkan lagi bahwa tak seorangpun yang mengetahu atau bisa menetapkan kapan waktunya menghabisi Hamas, tapi yang jelas pihak penjajah Israel takkan membiarkan Hamas memperkuat militernya dan memiliki persenjataan roket yang bisa mengancam wilayah Israel. "Kami tidak mungkin membiarkan terus menerus diancam oleh roket jarak jauh milik Hamas yang bisa menghantam wilayah Naqeb," jelasnya.

Pernyataan-pernyataan ini ditanggapi oleh Jubir Hamas, Fauzi Bahrum, bahwa hal itu menunjukan niat kriminal penjajah Israel dan menegaskan bahwa aksi terorisme Israel terhadap rakyat Palestina masih akan berlanjut dan akan semakin bertambah lagi, melebihi data kejahatan dan kriminalitas perang yang telah dilakukannya dan melebihi kejahatan atas kemanusiaan yang sudah dilakukan Israel. "Berbagai statemen itu menuntut segera diambil keputusan regional dan internasional untuk menekan Zionis Israel dan mengucilkannya dalam skala regional maupun internasional. Dimulai dengan mengadili pimpinan perang Israel sebagaimana pejahat perang lainnya, di Mahkamah Pidana Internasional," ujar Bahrum.(mln/iol)

 

0 Komentar

Arsip