Jumat, 10 Pebruari 2012

Cara Israel Interogasi Tahanan Perempuan 57 Tahun

Sabtu, 24/07/2010 20:06 WIB

KNRP - Pusat Studi Kebebasan Tahanan dan HAM Palestina, menegaskan bahwa tahanan Palestina di penjara Israel, bernama Fathia Sweis (57 tahun), asal Tulkarm, mengalami penyiksaan keras saat pemeriksaan di pusat interogasi Zionis, di penjara militer Jalama.

Fouad Khuffash, direktur Lemgaga Pusat, menyatakan kepada pers, Sabtu (24-7), bahwa Zionis dan tim interrogator asal "Shin Bet", telah menahan Sweis hingga mengalami kondisi kesehatan yang parah. Sweis sangat kurang tidur karena dipaksa berdiri berjam-jam, dengan mata tertutup dan tangan terikat. Kondisi penyiksaan seperti ini sangat berat karena usianya yang sudah tua dan kesehatannya yang tidak bagus.

Penahanan Sweis sejak tanggal 19 Juli, yang ditangkap langsung dari dalam rumahnya di kota Tulkarem. Sweis lalu ditahan di pusat militer Jalama, dan diinterogasi setiap hari, dengan kekerasan, serta ancaman interrogator Zionis untuk keluarga dan adik-adiknya, jika tidak mengakui tuduhan yang diarahkan atas dirinya.

Khuffash mengatakan, "Israel pemerintahan amoral yang tidak menghormati HAM dan tidak menghormati privasi siapapun, dan tidak menimbang factor usia dalam melakukan pemeriksaan. Sweis juga dikurung di dalam sel sempit dan menginterogasi sampai urusan yang sepele, dengan ancaman penangkapan adik-adik Sweis bahkan ancaman membunuh ibunya di hadapannya. Sikap seperti ini hanya dilakukan oleh orang yang berdarah diingin dan sama sekali tak memiliki prikemanusiaan.”

Lebih lanjut ia mendesak pembelaan atas Sweis dan akan melakukan intervensi terhadap Sweis yang dijadwalkan akan masa tahanan sementaranya akan selesai pada hari Ahad, 25 Juli. (mln/Palestine information center)
 

0 Komentar

Arsip