Kamis, 09 Pebruari 2012

Seni dan Perempuan Palestina

Festival Film “Gaza Di Mata Kaum Perempuan”

Selasa, 04/08/2009 11:06 WIB

KNRP - Lembaga Women’s Affair Center bulan September mendatang akan menggelar festival film selama tiga hari di gedung Pusat Kebudayaan Rashad al-Shawa di Gaza City. Festival film yang bertema “Gaza di Mata Kaum Perempuan” untuk menampilkan fenomena budaya masyarakat Palestina lewat layar lebar.

Kordinator program video dan Women’s Affair Center, Itram Washah mengakui untuk menyelenggarakan festival film seperti ini di Gaza bukan pekerjaan yang mudah, karena di Gaza belum pernah diselenggarakan festival film. Untuk mewujudkan festival ini, penyelenggara menjalin komunikasi langsung dengan para sutradara perempuan dari negara-negara Arab dan sutradara asal Palestina.

Washah mengatakan, para sutradara film utamanya asal Palestina perlu ruang untuk mengekspresikan ambisi dan ide-idenya dan menyampaikan pesan-pesan mereka lewat media film ke seluruh dunia Arab. ”Kaum perempuan Palestina bisa sangat kreatif bahkan dalam situasi paling kelam sekalipun,” kata Washah.

Menurutnya, banyak sutradara perempuan Palestina yang berbakat dan butuh dukungan serta promosi atas karya-karya mereka. Dan upaya itu dilakukan oleh lembaga Women’s Affairs Center selama tiga tahun belakangan ini. Lebih lanjut Washah mengungkapkan, salah satu kendala yang menyulitkan komunikasi mereka dengan para sutradara dari negara Arab lainnya adalah blokade yang dilakukan Zionis Israel. Selama ini, mereka melakukan komunikasi lewat internet dan sambungan telepon yang menjadi ”alat utama” warga Gaza untuk menerabas blokade keji Israel.

Akhirnya pantia penyelenggara berhasil mengumpulkan film-film yang akan diputar dalam festival film nanti. Sedikitnya ada 50 film yang rencananya bakal diputar hasil karya sutradara dari Mesir, Aljazair, Irak, Maroko, Sudan dan Yordania, termasuk sembilan film karya sutradara Palestina. Selain pemutara film, fesitval juga akan diisi dengan kegiatan bengkel kerja proses pembuatan film.

Film-film yang akan diputar adalah lebih difokuskan pada film yang mengangkat isu-isu perempuan Palestina, khususnya kehidupan perempuan Gaza di tengah blokade Israel dan agresi Israel belum lama ini.

Sutradara asal Palestina yang bertindak sebagai konsultan panitia, Saud Mehanna mengatakan, festival film ini merupakan kesempatan bagi para sutradara perempuan di Gaza untuk mengangkat tema-tema terkait kondisi mereka saat ini dan bagaimana cara mengatasi kesulitan hidup yang mereka hadapi.

Ia menolak saran agar festival film ditunda dengan alasan situasi keamanan, karena menurut Mehanna tahun ini merupakan saat yang tepat untuk menyuarakan kondisi di sosial dan politik di Gaza, yang telah mempengaruhi kehidupan warganya, termasuk kehidupan kaum perempuan Gaza. (aisyah/mol)

0 Komentar

Arsip