Rabu, 02/09/2009 21:35 WIB
KNRP – Yayasan Israel Ier Shalim mengungkapkan rancangan teranyar pemukiman Yahudi yang telah diajukan ke sebuah lembaga yang dinamakan Otoritas Pengembangan Al-Quds. Rancangan itu dibuat untuk pembangunan komplek pemukiman baru yang bernama Pintu Gerbang Timur untuk menampung 2.000 pemukim Yahudi baru.
Seperti diberitakan situs qudpress, Rabu (2/9), proyek baru tersebut merupakan bagian dari rangkaian instruksi-instruksi penggusuran aset tanah yang dilakukan oleh penjajah Zionis Israel sejak beberapa tahun ke belakang. Ditegaskan laporan itu bahwa penggusuran itu hampir semuanya dikenakan kepada tanah-tanah milik Arab Palestina.
Lebih jauh dikatakan, otoritas Israel berencana membangun komplek pemukiman mewah baru yang berdekatan dengan kamp perkemahan Shafat pada kedua arahnya, sehingga kamp itu akan dikelilingi oleh dua pemukiman dan tembok rasial pemisah. Tentu saja kondisi tersebut akan memancing amarah publik Al-Quds, khususnya warga kamp di sana. Ditambahkan bahwa proyek anyar itu akan terbentang dari kamp Shafat, Beit Hanun dan Thur. Nantinya pemukiman itu akan menempati areal sepanjang Jalan 1, 13, 9 dan Jalan Al-Quds Maaleh Adumen.
Menurut Otorritas Pengembangan, pembicaraan terkait proyek itu didasarkan atas pilihan utama untuk mengembangkan utara dan timur Al-Quds. Sementara perancang proyek mengaku bahwa langkah pembangunan pemukiman anyar itu sebagai jawaban atas pemenuhan kebutuhan bersama di komplek-komplek utara Al-Quds, yakni kebutuhan warga yang beraliran sekular, agamis dan Arab. Selain itu, pemukiman baru juga merupakan solusi atas kebutuhan-kebutuhan masyarakat kota seperti tempat-tempat pertemuan, transportasi umum, zona-zona niaga dan bisnis, tempat-tempat hiburan dan mal-mal.
Proyek yang dinamakan Gerbang Timur itu juga membentang ke lokasi-lokasi yang berdekatan dengan perempatan Tel Francis persis di perbatasan dengan Tel Mabta seluas 70 Dunam (satu dunam setara dengan 900 meter persegi). Nah, di sanalah rencananya akan dibangun mal besar dengan luas 10.000 meter persegi, unit-unit pemukiman mewah, hotel yang terdiri dari 400 kamar. Selain itu, berdekatan dengan hotel itu dari arah lainnya tepat di perempatan itu rencananya akan dibangun tempat santai dan rekreasi seluas 60 Dunam yang di dalamnya terdapat tempat shoping, lapangan-lapangan tenis tanah liat, kolam renang, motel-motel yang terdiri dari 100 kamar dan ruangan pelayanan khusus bagi masyarakat yang religious.
Selain itu, proyek juga mengajukan pengembangan di lokasi-lokasi lainnya, penambahan dan perluasan Tel Francis melalui pembangungan lokasi seluas 80 Dunam di perbukitan selatan di komplek itu dan pengembangan lokasi seluas 100 dunam di dekat Jalan Maaleh Adumen, yang rencananya di sana akan dibangun musiem dan komplek pemakaman.
Termasuk dalam proyek itu tanah seluas 55 dunam yang kepemilikanny sebenarnya berada di pihak Wakaf Islam dan 36 dunam lainnya merupakan milik perusahaan listrik di Al-Quds.(milyas/qudpress)