Kamis, 09 Pebruari 2012

Recovery Perempuan Gaza

Kaum Ibu Gelar Perkemahan di Gaza

Sabtu, 15/08/2009 07:53 WIB

KNRP - Serangan kejam Israel atas Ghaza beberapa waktu lalu telah menyisakan dampak buruk bagi warga Ghaza, terutama kaum wanitanya yang terluka dan mengalami kelumpuhan total. Saat ini tercatat 17 persen korban terluka adalah wanita. Tak pelak, banyak kaum wanita itu mengalami tekanan mental yang mencemaskan. Demikian seperti dilaporkan situs Aljazeera.

Untuk recovery pascaserangan di Ghaza itu, khususnya untuk korban dari kaum Hawa, Hamas menggelar perkemahan musim panas bagi wanita-wanita yang terluka di pantai Laut Ghaza. Dalam acara tersebut diisi dengan berbagai permainan dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Tahrir Shahin, ibu tujuh anak, merasakan manfaat dari perkemahan itu dimana dirinya merasa lebih tegar dan kuat dibanding yang lainnya. Shahin sendiri mengalami patah tulang di bagian kaki kanannya akibat terkena roket Israel. “Perkemahan itu sebuah sentuhan yang nyata, yang dapat mengisi setiap wanita yang terkena luka akibat penjajah Israel. Kami tidak mungkin menafikan peran besar yang dimainkan program-program (perkemahan) itu, yang kami lalui untuk meringankan rasa sakit kejiawaan kami yang belum juga reda,” ujar Shahin menjelaskan.

Rasa sumringah juga tampak dari puluhan wanita Ghaza lainnya, yang masing-masing dari mereka memiliki kisah yang memilukan mirip cerita-cerita dramatik di sinetron-sinetron televisi. Jamilah Salman (40 tahun) misalnya, wanita setengah baya asal Beit Lehiya Utara Ghaza itu merasakan manfaat dari acara perkemahan itu. Kedua kaki Jamilah mengalami patah tulang sangat parah akibat terkena roket penjajah Israel. Namun, Jamilah tidak pernah mengeluh atas serangan itu. “Apapun yang dilakukan penjajah itu terhadap kami, berupa pembunuhan dan pengusiran, mereka tidak akan pernah menghentikan ketegaran kami. Kamilah yang telah mengorbankan suami-suami kami, anak-anak kami dan nyawa-nyawa kami di jalan Allah,” tegas dia.

Secara tegas Jamilah menolak jika dirinya merasa putus asa. “Melalui perkemahan ini kami dapat amunisi baru, yaitu kekuatan, kemauan dan tekad. Kami terbiasa menantang hambatan dalam kehidupan keseharian kami secara biasa-biasa saja,” imbuh dia.
Sementara pengawas acara perkemahan, Ummu Shalah, menjelaskan, perkemahan itu bertajuk ‘Kemulaian dan Ketegaran’dan merupakan jenis perkemahan yang belum pernah ada sebelumnya di Ghaza. Acara itu diikuti oleh 40 wanita korban luka-luka. Mereka semua berusia di atas 18 tahun dan berasal dari Ghaza bagian utara. Acaranya sendiri berlangsung selam enam hari.

Terkait tujuan perkemahan itu, dijelaskan Ummu Shalah, yaitu untuk menyatukan dan membaurkan kelompok wanita yang terluka itu yang telah berkhidmat untuk Tanah Air dan agamanya serta untuk memberikan pencerahan kepada mereka.
Ummu Shalah juga menegaskan, perkemahan juga bertujuan untuk mengatakan kepada dunia bahwa mereka akan tetap tegar di tanah yang suci ini meski luka-luka, pembunuhan dan kecongkakan menimpa mereka.

Adapun program-program dalam perkemahan itu, sambung Ummu Shalah, sangat beragam dimulai dari yang bersifat humanis, emosional, wawasan, keagamaan sampai hiburan. Program-program itu dilakukan setiap harinya secara berbeda-beda dan di lokasi berbeda-beda pula untuk menghilangkan rasa jenuh.

Selain itu, acara perkemahan juga diisi dengan berbagai diskusi, pembekalan, pendidikan dan tatap muka dengan sejumlah lembaga, kementerian dan tokoh-tokoh tertentu untuk mendengar keluhan-keluhan dan kebutuhna para wanita itu(milyas/aljazeera)
 

0 Komentar

Arsip