Jumat, 10 Pebruari 2012

Melawan, Sipir Israel Gagal Perkosa Tahanan Wanita Palestina

Sabtu, 19/09/2009 06:14 WIB

KNRP – Departemen Urusan Tahanan Palestina di Gaza, Jum’at (18/9), memberikan keterangan ihwal aduan seorang tahanan wanita Palestina belia (18 tahun) yang dilecehkan seorang sipir di penjara Israel Hasharoon setelah sebelumnya sipir itu berusaha memperkosanya.

“Tahanan wanita itu yang ditangkap sejak 6 bulan lalu di penjara Israel telah dilecehkan dan akan diperkosa oleh salah seorang sipir penjara,” kata Reyaad Ashaqar, Humas Departemen itu, kepada IslamOnLine, Jum’at (18/9).

Lebih jauh dijelaskan Ashaqar, tahanan itu tengah berada di ruang isolasi penjara saat seorang sipir Israel menghampirinya pada Subuh pagi, lalu ia meminta tahanan malang itu untuk mendekat, tiba-tiba ia memegang tangannya sembari berusah payah mendekap seluruh badannya.

Dikatakan Ashaqar, tahanan itu kemudian berontak atas pelecehan itu dan berteriak untuk melepaskan genggaman kedua tangan sipir itu. Usai peristiwa itu, sang sipir mengancamnya jika ia buka mulut atau mengajukan surat aduan maka hukumannya akan diperberat.

Karena masih muda, kata Ashaqar, tahanan wanita itu menjadi cemas atas ancaman itu sehingga ia tak berani buka mulut kepada siapa pun atas peristiwa pelecehan itu. Namun tanpa disadari sipir itu, ternyata ada seorang sipir wanita yang melihat kejadian memalukan itu, ia pun menyebar kejadian itu ke sejumlah sipir berpangkat tinggi di penjara.

“Setelah itu, tahanan wanita itu diminta menghadap ke otoritas penjara untuk ditanyai apa yang sudah terjadi. Ketika itulah ia mengiyakan kejadian itu dan sekaligus mengadukan sipir itu,” imbuh Ashaqar.

Akhirnya pihak berwenang memutuskan untuk memutasi sipir terkait ke penjara lain, dan memberinya cuti sampai dilakukan investigasi atas pelecehan itu.

Sementara Departemen Tahanan Palestina sendiri menilai kerapkali terjadinya pelecehan terhadap tahanan-tahanan wanita Palestina yang berada di sel isolasi, dan itu menunjukkan rendahnya moralitas sipir-sipir penjara Israel. “Tindakan-tindakan kriminal itu tidak mungkin terjadi tanpa ada restu dari lembaga keamanan dalam negeri Israel yang bertanggung jawab atas penjara,” ujar Ashaqar.(milyas/iol)



 

0 Komentar

Arsip