Sabtu, 03/10/2009 05:27 WIB
KNRP - Ratusan orang berkumpul di Markas Besar Presiden, Al Muqata, di Ramallah untuk menyambut 18 tahanan politik Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel.
Para wanita tersebut dibebaskan dari penjara Israel melalui kesepakatan pertukaran video berisi rekaman tentara Israel yang ditangkap di Jalur Gaza pada tahun 2006.
Partai Kiri Rakyat Palestina berkomentar bahwa "tidak ada perdamaian yang adil dan nyata penuh tanpa pembebasan semua tahanan." Saat ini sedikitnya ada sekitar 10.000 tahanan Palestina yang mendekam dalam penjara Israel yang konon kondisinya sangat tidak manusiawi.
Di antara para perempuan tawanan yang dibebaskan pada hari Jumat (2/9) ada seorang yang berkomentar, "Kegembiraan akan lengkap hanya dengan pembebasan semua tahanan."
Para wanita tersebut dibebaskan dari penjara Hadarim di Hasharon, yang sebelumnya sempat dipindahkan ke Ofar dengan diangkut bus. Langkah itu diberi setelah ada lampu hijau dari tentara Israel yang sebelumnya telah melihat keaslian rekaman video Gilad Shalit oleh perunding Israel dalam kesepakatan yang dilakukan dengan pihak Palestina.
Delapan belas perempuan tersebut dipulangkan ke Tepi Barat dan satu orang lainnya ke Jalur Gaza. Dari kedua puluh tawanan perempuan yang disepakati untuk dibebaskan, masih tersisa seorang lagi wanita asal Gaza yang pembebasannya ditunda sampai hari Minggu tanpa penjelasan yang jelas. (mirzah/pnn)