Jumat, 10 Pebruari 2012

Perempuan Palestina Alami Kekerasan dalam Penjara Israel

Rabu, 02/09/2009 14:20 WIB

KNRP-Seorang tahanan perempuan Palestina telah menceritakan bagaimana ia terus-menerus berada di bawah interogasi, intimidasi, dan kekerasan selama 14 hari oleh tentara Israel dan para interogator.

Najwa Awni Abdul-Ghani mengatakan kepada seorang pengacara dari Asosiasi Tawanan Palestina (PPS) bahwa pada 21 Juli 2009, tentara Israel menggeledah rumah keluarganya selama tiga jam. Mereka telah membuat kerusakan properti, meneror keluarga, dan menculik dia dan seorang kakak laki-lakinya bernama Salah.

Selama operasi pencarian, para tentara memaksa keluarga, termasuk anak-anak dan orang-orang tua keluar dari rumah mereka di kota Saida, dekat Tepi Barat utara kota Tulkarem.

Dari aksi teror yang dilakukan tentara Israel itulah kemudian Najwa dan kakaknya ditangkap secara paksa dan dimasukkan dalam dua kendaraan yang terpisah. Bahkan sampai saat ini, Najwa tidak mengetahui keberadaan dan kondisi kakaknya.

Pada saat yang sama Najwa mengungkapkan keburukan yang ada di dalam penjara dan kekerasan yang dialaminya. Dia pertama kali dibawa oleh tentara Israel ke penjara Sharon, kemudian dipindahkan ke al-Jalama yang merupakan pusat interogasi. Di al-Jalama inilah Najwa diinterogasi, diintimidasi, dan dilecehkan selama 14 hari.

Dia mengatakan kepada pengacara PPS bahwa selama disana ia mengalami kurang tidur dan tidak mendapat makanan yang pantas. "Kondisi hidup dalam sel itu sangat buruk. Sel tersebut kotor, bau, tidak ada ventilasi dan kasur untuk tidur," tuturnya. Setelah 14 hari, ia kemudian diangkut dengan kondisi tangan diborgol dan kaki dirantai ke kendaraan militer dan dipindahkan ke penjara Al-Damoun.

harusnya dengan kondisi yang sangat buruk dalam penjara tersebut, Israel dapat diajukan ke pengadilan internasional atas kejahatan kemanusian yang dilakukan terutama terhadap kaum perempuan. (mrz/plcrn)

0 Komentar

Arsip