Curahan Hati Murid Palestina
Jumat, 24/07/2009 14:03 WIB
KNRP - Muhamad, murid SMU di Tepi Barat. Sudah genap satu tahun ia menghitung hari. Ia seringkali tidak tidur di waktu malam. Harapan besarnya adalah, ingin mewujudkan mimpi dan keinginan orang tuanya. “Sejak tahun ajaran baru yang lalu, ayahku ditangkap di penjara Isrel. Aku menunggu sampai hari ini genap satu tahun. Aku ingin ayah ada di sisiku..”
Air mata Muhammad menitik di pipinya. Ia melanjutkan perkataannya, “Aku tidak tahu, apakah hari ini aku bergembira karena aku dengan karunia Allah lulus dalam ujianku dengan nilai baik. Atau aku sedih karena ketika pulang ke rumah, aku tak bisa menemui orang tuaku yang sebenarnya aku ingin berada dalam pelukannya… “
Kalimat demi kalimat kedukaan terus keluar dari mulut Muhammad. Tapi dari wajahnya ia tampak sudah lebih sabar menghadapi suasana itu. Ia mengatakan, “Ujian kelulusan ini adalah pengalaman bagiku. Kami ingin seluruh anak-anjak Palestina bisa mengatakan pada penjajh Israel, bahwa apapun yang kalian lakukan, kami takan menyerah. Kami akan tetap ada dan mempertahankan tanah air kami.”
Bunda Muhamad menanggapi ungkapan hati anaknya. “Ketiadaan ayah bagi Muhammad memiliki banyak efek. Anak anak jelas sangat membutuhkan ayahnya dalam kondisi seperti ini. Apalagi saat mereka mendapat penghargaan di sekolah. Tapi Alhamdulillah, karena ketekunan anakku Muhammad untuk belajar, ia akhirnya lulus dan berhak melanjutkan studi ke perguruan tinggi,” ujar sang ibu.
Itulah sekilas perasaan anak Palestina yang ayahnya dipenjara oleh Zionis Israel. Mirip dengan yang diderita Muhammad, seorang murid SMU bernama Akram, juga dari Tepi Barat juga tak bisa melengkapi kebahagiannya dengan ayahnya yang mendekam di penjara Israel. “Meskipun perasaanku bercampur aduk dalam kondisi seperti ini, antara bahagia dengan kelulusan yang baik, kebanggaan orang tua dan keluarga, tapi kebahagiaanku masih kurang,” ujarnya.
Ia menceritakan, bagaimana setiap hari ia pergi ke sekolah di waktu pagi, dan melihat rekan-rekannya banyak yang masih ditemani oleh ayah mereka ke sekolah. “Sedangkan aku hanya sendirian ke sekolah. Aku tak bisa mengatakan apapun kecuali, hanya Allah swt yang mencukupi dan satu-satunya pemberi nikmat.”
Penjajah Zionis Israel hingga kini menangkap lebih dari 11 ribu orang tahanan Palestina di penjara. Di antara para tahanan itu, ada ratusan anak-anak dan perempuan. (mln/pic)