Kamis, 23 Pebruari 2012

Amerika Klaim Netral di Konflik Palestina dan Israel

Rabu, 20/04/2011 06:49 WIB

KNRP - Duta Besar Amerika Serikat, Scot Merciel menegaskan pihaknya tidak pernah memihak kepada salah satu negara dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

"Israel, Palestina kami selalu mendukung. Obama memberi dukungan terhadap kedua negara," tegas Scot Marciel di kampus UI Salemba, Selasa (19/4/2011).

Namun demikian, Scot Marciel mengaku permasalahan tersebut belumlah tuntas. Pasalnya, dari sekian banyak proses perundingan terutama sejak KTT Oslo tahun 1993 hingga Konferensi Annapolis tahun 2007 dengan menggunakan jasa mediasi Amerika Serikat serta tentang peran penting Uni Eropa bagi perdamaian Israel-Palestina belum menemukan kesepakatan konkrit.

"Tapi sampai saat ini belum menemukan titik temu. Kami berharap ada titik temu. Namun Palestina harus memiliki pemerintahan yang resmi," imbuhnya.

Pernyataan Scot itu terkait tulisan Noorkholis Ridho tentang lemahnya peran AS dalam mengatasi konflik Israel dan Palestina di Kompasiana 21 Oktober 2010, dalam kesepatan akhir dari konferensi Annapolis untuk menciptakan Negara Palestina yang berdaulat berdampingan dengan Negara Isreal yang berdaulat secara damai.

Akan tetapi, dengan perkembangan situasi konflik Israel-Palestina yang masih rentan proses perdamaian kedua Negara masih jauh dari proses perwujudan perdamaian.

Apalagi Israel tetap bertahan dengan kebijakan politiknya yang serba tolak terhadap palestina. Secara tegas Israel menolak pembekuan pembangunan pemukiman yahudi, menolak pembicaraan masa depan tentang Yerussalem yang telah diduduki sejak perang 1967.

Dengan demikian Israel secara langsung menghambat proses pembentukan Negara Palestina yang berdaulat, Yerussalem sebagai ibukota Palestina. (mrz/tbn)

0 Komentar

Arsip