Minggu, 01 Agustus 2010

Dua Bulan lagi Diwisuda, Penjajah Israel Usir Mahasiswi Gaza

Jumat, 30/10/2009 16:45 WIB

KNRP - Otoritas penjajah Israel diketahui telah mengusir seorang mahasiswi asal Gaza yang tengah belajar di Universitas Betlehem ke Jalur Gaza. Naasnya lagi, mahasiswi asal Gaza itu diusir hanya dalam sebulan setengah lagi masa belajarnya akan berakhir.

Seperti dilaporkan maannews, Jum’at (30/10), serdadu penjajah Israel menangkap gadis yang bernama Brlenti Azzam di sebuah pos pemeriksaan militer di Betlehem. Azzam juga diberitahu oleh birokrasi Israel ihwal keputusan larangan keberadaan orang-orang asal Jalur Gaza di Tepi Barat. Untuk diketahui, gadis itu hampir menyelesaikan studinya di Bethlehem yang berada di Tepi Barat, lalu karena sejak tahun 2005, yaitu tahun mulai ia kuliah, ia belum pernah mengunjungi keluarganya di Gaza, akhirnya ia memutuskan pulang. Namun naas, hanya satu setengah bulan lagi masa belajarnya rampung, penjajah Israel malah mendeportasinya.

Kini, usai ia diusir balik ke Jalur Gaza, maannews mencoba mengontaknya di Gaza untuk berbicara terkait kasusnya itu. Brlenti mengatakan, “Aku akan pergi ke kota Ramallah pada hari Rabu (28/10) lalu untuk mencari kerja, lalu tentara (Israel) itu menahan saya di pos pemeriksaan, di sebelah timur Betlehem di jalan menuju ke Ramallah, mereka mengambil KTP saya dan menahan saya lebih dari 6 jam, kemudian saya dipindahkan ke kantor pusat asosiasi sipil di Etzion, selatan Betlehem, dan kemudian tangan saya diborgol dan mata saya ditutup, lalu saya dipindahkan ke daerah yang tidak dikenal, dari sana kemudian saya dipindahkan dengan mobil jip militer sementara kondisi saya sangat gelap, akhirnya saya dipindahkan secara paksa ke Jalur Gaza melalui perlintasan Erez."

Akhirnya, Brlenti mendesak Direktur Urusan Sipil, Menteri Hussein al-Sheikh untuk campur tangan dengan pihak Israel agar ia dapat kembali ke Betlehem untuk menyelesaikan kuliahnya, sehingga dalam dua bulan ke depan ia dapat lulus sebagai sarjana dari fakultas Administrasi Bisnis.(milyas/maannews)
 

0 Komentar

Arsip