Jumat, 10 Pebruari 2012

Ekstremis Yahudi telah Berminggu-minggu Berusaha Guncang Al Aqsa

Senin, 28/09/2009 11:11 WIB

KNRP - serangan bertubi-tubi terjadi di dalam halaman Masjid Al Aqsa hari ini, bentrokan secara sporadis itu terus terjadi di luar gerbang masjid.

Puluhan orang terluka akibat semprotan gas, peluru dan pukulan tentara Israel. Sementara sebagian orang lainnya ditangkap.

Di pintu gerbang Hatta sesaat setelah shalat dzuhur sejumlah pemuda ditangkap oleh pasukan Israel. Semua umat Islam di bawah usia 50 tahun telah dilarang masuk. Mereka juga mencegah wartawan untuk mengambil foto atas penangkapan dan pemukulan terhadap umat Islam disana. Sejumlah pelajar meneriakkan yel-yel perjuangan mereka dalam demonstrasi tersebut di depan masjid Al-Aqsha "Kami mengorbankan darah kami, kami mengorbankan diri untukmu, wahai Al Aqsa!"

Syeikh Abdul Azim Salhab, Presiden Amal, mengutuk tindakan beringas pasukan Israel. "Secara konsisten para ekstremis Tahudi dalam beberapa minggu terakhir ini telah berusaha untuk menyerang Al Aqsa dari berbagai gerbang sementara polisi Israel memfasilitasi mereka masuk melalui Gerbang Magrahbi yang kuncinya telah dikuasai Israel sejak 1976. Usaha-usaha ini ditujukan untuk mengurangi kesucian Masjid Al Aqsa sekaligus untuk memprovokasi perasaan kaum Muslim atas tempat suci umat Islamdi

Syekh Salhab memuji kewaspadaan penjaga Masjid dan kehadiran para jemaat. Dia juga dan menekankan perlunya kesadaran dari semua warga Palestina, Arab dan dunia Islam atas serangan-serangan yang ditujukan ke Masjid Al Aqsa. "Kita harus memperhatikan bahaya di sekitar kita karena kota Yerusalem sedang dilanda Yahudisasi terutama dengan adanya pembangunan pemukiman dan penggalian terowongan dibawah masjid."

The Waqf telah meminta polisi Israel untuk tidak membuka Gerbang Maroko bagi setiap wisatawan yang hendak masuk hari ini (28/9) demi mencegah provokasi dari para pemukim Yahudi, tetapi polisi Israel menolak dan mulai membuka pintu Masjid pagi ini. Warga Palestina terpaksa harus menghadapi kelompok pemukim Yahudi, sementara polisi Israel selalu mengarahkan tembakan peluru ke arah mereka.

Pasukan Israel mencegah ambulans masuk untuk merawat korban yang terluka. Padahal Klinik yang dibuat di dalam halaman Masjid hanya untuk pertolongan pertama saja dan tidak siap untuk kasus-kasus darurat seperti penembakan.

Sheikh Sabri Sabri telah dipanggil untuk keperluan investigasi ke Israeli incitement. Warga Palestina telah jelas meminta Israel untuk tidak membuka pintu bagi para pemukim hari ini. Syekh Sabri berkata semalam, "Polisi Israel sudah terlibat dalam tindakan agresi yang tidak adil dan telah melanggar kewenangan masjid Al Aqsa. Sebab polisi telah membiarkan provokasi yang dilakukan oleh para pemukim bahkan pelindung mereka. "

Sementara itu, Jaksa Zahi Nujidat, juru bicara bagi gerakan Islam, mengatakan bahwa pemerintahan pendudukan telah menggunakan kemampuannya untuk merusak Masjid Al Aqsa.

Anggota Dewan Revolusi Fateh, Dmitri Diliani, mengatakan bahwa menjaga kesucian situs suci umat Islam adalah sangat penting. Dia mencatat jumlah tinggi anggota Fateh yang berasal dari PLO telah memasuki pekarangan masjid Minggu kemarin untuk melindungi masjid Haram Al Sharif dan tempat lainnya yang merupakan kesucian bagi umat Islam dan Kristen di Yerusalem dari ancaman yang dikeluarkan Yahudi ekstremis.

Dilani menambahkan bahwa pemerintah Israel mempromosikan dan mendukung geng-geng pemukim, yang menekankan karakter rasis negara pendudukan. (mirzah/pnn)

0 Komentar

Arsip