Selasa, 30/03/2010 00:37 WIB
KNRP – Hamas menuding Fatah telah menutup beberapa Sekolah Alquran di berbagai tempat di Tepi Barat dan menangkapi para pengurusnya, lantaran dilatar belakangi oleh perbedaan politik antara Hamas-Fatah di dalam wilayah Palestina yang sudah berlangsung sejak lebih dari tiga tahun.
Hamas menjelaskan, organ-organ yang berada di bawah Fatah di Tepi Barat diketahui telah menutup Sekolah-sekolah Al-Qur'an di masjid-masjid dan pusat-pusat pengajaran di kota-kota di Barat, termasuk Sekolah Alquran di Masjid Ashour, Masjid Ajaj, Pusat Bara untuk Quran di Nablus, Pusat Kafl Haaris, Kafr a-Dik, Masjid Rahman di Hebron, dan Pusat Aisha Btobas, dan sejumlah sekolah pengajaran Quran lainnya yang telah ditutup oleh Fatah.
Hosni Borini, anggota Dewan Legislatif dari Gerakan Hamas dalam pernyataannya mengatakan, ada keluhan ihwal penutupan sekolah-sekolah pengajaran Alquran di kota-kota dan desa di Tepi Barat, dan penangkapan atas mereka yang sering terlihat bolak-balik ke sekolah-sekolaj Alquran itu, penutupan kejadian paling anyar adalah penutupan sekolah Alquran pada 19 Februari lalu, dimana telah ditutup tiga sekolah Tahfid di Desa Jama'een, distrik Nablus, dan banyak dari pusat-pusat pengajaran Alquran itu telah ditutup dengan alas an yang sangat lemah.
Lalu Borini meletakkan penutupan sekolah dan penangkapan mereka yang sering bolak-balik ke sekolah-sekolah itu dalam konteks konflik politik antara Hamas versus Fatah. “Itu merupakan gambaran paling keras terkait perpecahan Palestina secara keji,” sesal Borini.
Borini mengatakan, rangkaian penutupan dan penangkapan di masjid-masjid di Tepi Barat itu sangat menyeruak, di mana penutupan dan penangkapan itu dikecualikan terhadap sebagian kecil dari sekolah-sekolah Alquran yang berada di bawah Kementerian Wakaf, padahal siswa-siswa baru yang hendak menghafal dan mempelajari Alquran tidak bisa tertampung di sekolah-sekolah milik Kementerian Waqaf.(milyas/im)