Jumat, 10 Pebruari 2012

Israel Buat Penawaran untuk Beli Al-Jazeera dari Qatar

Sabtu, 10/10/2009 00:42 WIB

KNRP - Taipan media Israel telah menawarkan untuk membeli pan-Arab Al-Jazeera, jaringan televisi satelit dari pemerintah Qatar. Haim Saban, telah mengajukan tawaran kepada pemerintah Qatar dalam upaya untuk membeli setengah dari jaringan satelit Al-Jazeera yang berbasis di Doha.

Koran Mesir, al-Mesryoon, melaporkan pada hari Rabu (7/10) bahwa miliarder Israel itu saat ini tengah terlibat dalam negosiasi dengan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani, atas pembelian parsial outlet media. Pembicaraan tersebut dikabarkan dilakukan melalui mediator Mesir.

Pemberitaan tersebut mulai muncul di tengah laporan yang mengatakan bahwa saluran berita berbahasa Arab terbesar dan paling kontroversial di Timur Tengah itu sedang bergulat dengan krisis keuangan yang buruk saat ini.

Saban sebelumnya mengajukan penawaran untuk membeli al-Jazeera pada tahun 2004, namun penawarannya itu ditolak. Tokoh terkemuka Israel-Amerika itu telah diduga mengajukan penawaran sebesar $ 5 miliar untuk membeli saluran berita berbahasa yang populer. Semua ini dilakukan dalam upaya untuk dapat mengendalikan dan menyiarkan pesan pro-Israel sehingga mampu mempengaruhi opini warga Arab agar mendukung rezim hawkish Tel Aviv.

Al-Jazeera melahirkan revolusi media di dunia Arab setelah didirikan pada tahun 1996. Jaringan berita yang bergantung pada sumbangan keuangan negara ini, diperkirakan memakan dana lebih dari $ 70 juta per tahun, tetapi dengan syarat tidak menyiarkan berita yang bersifat mengkritisi pemerintah Qatar. Al-Jazeera, bagaimanapun juga, merupakan program udara yang kerap melontarkan kritikan kepada semua negara.

Seban sebelumnya telah membeli hak siar  untuk memasarkan film anak-anak Jepang, The Power Rangers, di Amerika. Ia adalah pendukung utama Israel dan sayap kanan pemerintah Netanyahu. Pria kelahiran Mesir ini adalah seorang pengusaha Yahudi yang juga dikenal karena kemahirannya bernegosiasi di dunia bisnis. (mirzah/presstv)

0 Komentar

Arsip