Senin, 06 Pebruari 2012

Menguak Pusat Akademik Israel di Kairo

Senin, 23/11/2009 10:44 WIB

KNRP – Baru-baru ini sumber-sumber media Israel mengungkapkan ihwal peran yang dimainkan oleh Pusat Akademik Israel (PAI) di Mesir yang terletak di jantung Kota Kairo di tepian Sungai Nil.
 

Koresponden surat kabar Yedioth Ahronoth di kairo, Gilad Mulyan, membeberkan rincian dari peran PAI itu dalam penyebaran racun budaya agresi Israel di antara orang-orang Mesir, terutama di kalangan para mahasiswa bahasa Ibrani di kampus-kampus Mesir. Ia juga menekankan bahwa PAI dinilai sebagai simbol lain dari normalisasi antara Mesir dan Israel di jantung Kota Kairo, setelah sebelumnya heboh kehadiran orang-orang Israel di Mesir, selain di Sinai, dimana itu hal yang jarang terjadi, terutama setelah agresi Zionis di Jalur Gaza.

Dalam laporannya jurnalis Israel itu menggambarkan peta detail atas lokasi pusat akademis Israel di Kairo itu. Ia menggambarkan bahwa pusat itu sebagai benteng budaya, yang tidak dijaga oleh polisi Mesir, tetapi dijaga oleh buku-buku berbahasa Ibrani dan ceramah-ceramah budaya yang diselenggarakan oleh para penulis dan intelektual Israel di sekretairat PAI pada setiap pekan, yang selalu berturut-turut perkuliahan itu sesekali dalam bahasa Inggris dan sesekali dalam bahasa Ibrani, itu untuk menarik banyak peserta baik itu dari orang Mesir atau orang asing yang tinggal di Mesir.

Dalam rangka untuk menunjukkan adanya respon yang besar, biasanya para staf kedutaan Israel di Kairo ikut serta dalam acara yang digelar PAI itu, dan kadang-kadang duta besar Zionis sendiri yang menyampaikan ceramah.

Gilad menyebutkan bahwa yang bertanggung jawab atas pengelolaan PAI itu adalah Profesor Gabi Rosenbaum, seorang pakar peradaban Mesir modern, yang fasih berbahasa Arab-Mesir yang sangat lancar, yang dalam beberapa kesempatan sang profesor itu bertindak sebagai koresponden untuk surat kabar dan media berbahasa Ibrani, yang terus mensuplai berita tentang Mesir, termasuk apa yang terjadi pada waktu pemboman Perkampungan Al-Hussein di Kairo, di mana ia lalu menyangkal desas-desus tentang keberadaan orang-orang Israel ketika pemboman itu terjadi, dan itulah yang menegaskan adanya kecurigaaan keterlibatan keamanan Kepala PAI di Kairo terkait pemboman itu.

Gilad juga mengklaim bahwa tujuan utama untuk mendirikan PAI itu adalah untuk mendukung kerjasama antara Kairo dan Tel Aviv, dan PAI itu tunduk pada pengawasan Kementerian Pendidikan Tinggi Mesir, bukan di bawah Departemen Kebudayaan. Ia juga menunjukkan bahwa perpustakaan PAI telah berkembang secara luar biasa selama bertahun-tahun, dengan meningkatnya respon para mahasiswa Mesir atas perpustakaan itu, dan lantaran semakin meningkatnya respon atas perpustakaan itu, maka para penulis dan budayawan terkemuka Israel semakin berminat untuk menyambangi PAI itu untuk memberikan kuliah kepada mahasiswa dan profesor Mesir dari fakultas-fakultas bahasa Ibrani.

Kepala PAI, professor Rosenbaum mengklaim, meski adanya isolasi dan keengganan dari sejumlah besar profesor dan para pakar di bidang studi bahasa Ibrani untuk mengunjungi PAI, demikian juga kecilnya kunjungan dari beberapa dosen kecuali mereka yang punya kepentingan pribadi, namun masyarakat Mesir tidak menunjukkan kebencian mereka terhadap Israel, itu terbukti saat dirinya melakukan perbincangan dengan para sopir taksi dan beberapa intelektual lainnya.(milyas/mi)
 

0 Komentar

Arsip