Jumat, 03/09/2010 08:46 WIB
KNRP - Meskipun tahun ajaran baru sudah dibuka, namun dari sepuluh ribu siswa Palestina asal Al-Quds dari seratus ribu yang ada dari berbagai tingkatan yang berbeda-beda ternyata mereka belum mendapatkan tempat duduk di sekolah, padahal penjajah Israel memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan gratis kepada mereka setelah pencaplokan wilayah Yerusalem Timur di tahun 1967.
Pengabaian berkelanjutan oleh Israel itu menyebabkan infrastruktur sekolah Arab didera kekurangan ruang kelas, dimana kebutuhan untuk membangun ribuan ruang kelas menjadi mendesak, dan itu memaksa ribuan orang tua Arab Palestina untuk merogoh kocek lebih dalam lagi sampai dua ribu dolar per tahun per siswa untuk mendapatkan kursi di sekolah swasta.
Siswa Arab yang terdaftar di sekolah-sekolah pendudukan Israel saat ini mengalami kurangnya gedung sekolah, sebagian besar gedung-gedung ini mengalami kondisi yang mengerikan dan banyak dari gedung-gedung itu bobrok dan tidak aman, karena tidak memiliki lingkungan pembelajaran yang layak, di mana kelas-kelas itu dipadati banyak siswa, bahkan 50% kelas-kelas itu mengalami kebocoran.
Hasil penelitian menunjukkan gambaran suram dari runtuhnya sistem pendidikan Arab di kota Al-Quds, dan penelitian itu memperingatkan dari penerapan kebijakan pendudukan yang tak peduli itu dalam rangka untuk mengosongkan kota Yerusalem dari penduduk Palestina, dan penerapan migrasi paksa atas ribuan keluarga Palestina untuk mencari kursi di sekolah-sekolah lainnya.
Menurut statistik dari walikota Israel, 50% siswa Palestina yang belajar di Yerusalem berada di sekolah-sekolah Israel, sementara sisanya belajar di sekolah-sekolah yang dimiliki dan dikelola untuk tujuan komersial atau sekolah-sekolah UNRWA dan lembaga terkait dengan Otoritas Palestina.
Di sisi lain tampaknya efek dari pengabaian pendidikan itu menjadikan masyarakat jatuh miskin dan berpendidikan rendah, penyebaran kekerasan dan kriminalitas. Angka kemiskinan mencapai tingkat yang mengejutkan, yaitu 65% dari total keluarga di Al-Quds, yang berarti bahwa sekitar 95 ribu anak hidup dalam kemiskinan.(milyas/aljzr)