Jumat, 10 Pebruari 2012

Perbanyak Keturunan, Menggantikan Para Syuhada

1000 Orang Menikah Massal di Kamp Pengungsi Damaskus

Senin, 27/07/2009 12:01 WIB

KNRP - Seperti tidak mau ketinggalan denga trend nikah massal di Jalur Ghaza, di mana pekan lalu seratusan pemuda Gaza yang menikahi para janda yang ditinggalkan para syuhada. Kini warga Palestina menggelar acara nikah massal yang lebih besar lagi. Acara ini tidak diselenggarakan di dalam Palestina, melainkan di lokasi pengungsian Palestina, tepatnya di ibukota Suriah, Damaskus. Harakah Muqawamah Islamiyah (Hamas) menggelar acara nikah massal antara warga Palestina yang jumlahnya kurang lebih 1000 orang.

Penanggung jawab acara ini, DR. Nawaf At Takroni yang juga ketua divisi aksi kemasyarakatan dalam organisasi Hamas, mengatakan, “Tujuan dari pernikahan massal terhadap 500 pasang mempelai ini untuk menolong dan membantu para pemuda menikah. Terutama dalam kondisi ekonomi yang sulit.” Tak hanya itu, menurut Takroni, pernikahan massal itu juga terkait dengan upaya menyambung generasi putera puteri Palestina yang kini tercerai berai akibat terusir oleh Zionis Israel. Takroni mengatakan, “Kami juga memiliki missi penting lain dari pernikahan ini, yaitu mendorong perempuan Palestina untuk melahirkan keturunan. Karena melalui keturunan mereka itulah, diharapkan bisa menggantikan para syuhada yang telah gugur dalam berjuang memerdekakan Palestina.”

Tahap pernikahan massal ini, dilakukan setelah Hamas menerima lebih dari 2000 permohonan dari warga Palestina dan Suriah untuk bisa dibantu melakukan pernikahan. “Tapi karena kondisi sekarang, kami juga tengah kesulitan secara pendanaan, maka saat ini baru kami bisa lakukan untuk 500 pasang pengantin,” ujar Takroni. Total penyelenggaraan sekaligus santunan yang diberikan untuk pasangan pengantin ini bernilai sekitar 1 juta dolar.

Persiapan pernikahan dilakukan sekitar lima bulan dan mengundang lebih dari 10 ribu orang di lapangan terbuka tempat pengungsi Palestina di Suriah. Para undangan adalah para tokoh masyarakat, sekaligus keluarga besar masing-masing mempelai. Takroni berharap pengalaman nikah massal kali ini bisa menambah pengalaman penting untuk bisa diselenggarakan di tempat lain, seperti di Libanon dan Jordania tempat kamp kamp pengungsi Palestina. Pernikahan massal kali ini, menurut Takroni merupakan hajatan ketiga yang diselenggarakan oleh Hamas. Di mana pada tahun 2007, pernah juga dilakukan pernikahan massal diikuti oleh 60 pasang mempelai. Kemudian tahun 2008, diikuti oleh 267 mempelai. (mln/qds)
 

0 Komentar

Arsip