Jumat, 10 Pebruari 2012

Demonstrasi di Depan Markas UNRWA: Tuntut Perumahan Baru Bagi Keluarga yang Terusir

Sabtu, 03/10/2009 06:07 WIB

KNRP - Keluarga-Keluarga dari Yerusalem Timur di lingkungan Syeikh Jarrah pekan ini (2/9) melakukan memprotes di luar markas UNRWA. Pesan dalam kampanye tersebut ditujukan untuk menekan pemerintah pendudukan Israel agar mengizinkan warga kembali ke rumah mereka.

Syekh Jarrah hanyalah salah satu dari beberapa lingkungan di Yerusalem Timur yang kini penduduknya sedang diusir paksa oleh tentara Israel untuk kemudian ditempati oleh pemukim Yahudi.

UNRWA menjadi sasaran demonstrasi pekan ini karena merupakan badan internasional yang bertanggung jawab untuk membantu pengungsi Palestina akibat penjajahan Israel. Penduduk Syeikh Jarrah telah diusir dari rumah mereka yang kini wilayahnya  telah berada dalam batas-batas Israel. Awalnya Israel hanya membatasi kawasan di Yerusalem Barat, namun sekarang bagian timur kota yang diduduki itu juga sudah diborder oleh Israel sang perampas tanah.

Keluarga Ghaoui dan keluarga Al-Kurdi sama-sama terlibat dalam protes pekan ini karena kedua keluarga itu yang paling banyak mengalami pengusiran. Mereka membentangkan spanduk meminta badan bantuan PBB itu agar bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi, dan apa yang telah menimpa ratusan keluarga Palestina lainnya di Yerusalem.

"Israel telah bersikap seolah-olah berada di atas hukum internasional," Demikian bunyi tulisan yang tertera dalam sebuah spanduk besar.

Selama demonstrasi berlangsung, Direktur Kantor Informasi UNRWA berbicara dengan keluarga Ghaoui dan Al Kurdi, "Aku telah mendengar penderitaan dari dua keluarga ini selama beberapa bulan dan memahami tuntutan mereka."

Salah satu pemrotes berkata, "Kami minta perwakilan anda untuk memberi kami rumah yang layak sebagai bentuk bantuan." Dia menambahkan, "Kami juga meminta agen anda agar mengibarkan bendera UNRWA pada setiap rumah di lingkungan Syekh Jarrah sebagai bentuk perlindungan pada kami dari para pemukim Yahudi. Kami juga meminta seorang pengacara untuk menangani secara khusus kasus keluarga di Syekh Jarrah, yang diwakili kuasa hukum Hosni Abu Hussein dan Hatem Abu Ahmed. "

Kantor Informasi Direktur UNRWA mengatakan ia akan menyampaikan informasi dan permintaan tersebut kepada Direktur Operasi.

Mahmoud Ghaoui, yang merupakan salah satu keluarga Ghaoui yang mengalami pengusiran, mengatakan bahwa hal yang paling penting adalah menyediakan tempat penampungan bagi anak-anak mereka. Dia menambahkan, "Jika kami mengambil sebuah tenda, kami tetap tidak punya tanah untuk mendirikan tenda tersebut. Kami tidak mau tinggal di jalan, kami ingin hidup dalam keamanan dan stabilitas. "

Sementara Keluarga Al Kurdi mengatakan bahwa gagasan mengibarkan bendera UNRWA di atas rumah-rumah Sheikh Jarrah tidak akan menghentikan Israel. Um Kamal Al Kurdi berkata, "Pemerintah Israel tidak akan gentar di hadapan bendera UNRWA yang dipasang diatas rumah. Israel adalah negara yang tidak menginginkan kehadiran Palestina. Mereka berusaha untuk membersihkan orang-orang Palestina dari tanah kami. " (mirzah/pnn)

0 Komentar

Arsip