Jumat, 25/09/2009 16:06 WIB
KNRP – Di perayaan hari jadinya yang ke-60, UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestinian Refugees), lembaga PBB yang khusus mengurusi masalah pengungsi Palestina, saat ini tengah terlilit masalah keuangan. UNRWA akhirnya meminta tambahan dana dan revitalisasi dorongan untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
HUT UNRWA sendiri digelar di sela-sela sidang umum PBB di AS yang dihadiri Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan Ratu Yordania Raniya Abdullah serta Karen Abu Zaid (Komisioner Umum UNWRA). Seperti dikutip maannews dari harian Israel Haaretz, Kamis (24/9), Karen memberikan keterangan bahwa UNRWA tengah dililit krisis keuangan, terlebih usai tragedi Gaza yang menyebabkan wilayah kerjanya semakin luas yaitu untuk mengurusi sekitar satu juta penduduk Gaza dari total penduduk 1,4 juta jiwa.
“Orang-orang Palestina itu menjadi kelompok terbesar dari pengungsi, ujian mereka itu lebih lama dari negara manapun,” tambah Karen sembari meminta masyarakat internasional untuk memberikan bantuan dana dan kebijakan. “UNRWA tengah dililit kelemahan sangat gawat yang mengancam kapasitasnya untuk melanjutkan pemberian bantuan,” kata dia.
Lebih jauh Karen meminta tambahan dukungan untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina karena ujian yang dihadapi para pengungsi dan kondisi sulit yang mereka hadapi khususnya di tanah Palestina yang dicaplok, itu tidak mungkin sejalan dengan kewajiban yang harus dipenuhi oleh negara-negara terhadap Piagam PBB.
UNRWA didirikan oleh PBB pada tahun 1949. Lembaga itu bertugas mengurusi sekolah, klinik dan layanan sosial lainnya untuk 4,6 juta pengungsi dan anak cucu mereka di kamp-kamp perkemahan di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Libanon dan Suriah.(milyas/maannews)