Kamis, 09 Pebruari 2012

London Gelar Konferensi Pengungsi Palestina

Kamis, 17/12/2009 21:32 WIB

KNRP - Ibukota Inggris London pada hari Kamis (17/12) tengah menjadi tuan rumah konferensi internasional yang membahas masalah pengungsi Palestina dengan tema konferensi " UNRWA dan Masa Depan Pengungsi Palestina”. Adapun pihak yang punya hajatan itu adalah Pusat Kembali Palestina (PKP).

Tercatat yang berpartisipasi dalam konferensi itu antara lain Menteri Pembangunan dan Pengembangan Inggris, Mike Foster, para duta besar masing-masing dari Palestina, Suriah dan Malaysia, perwakilan dari kedutaan Libanon dan Sudan, sejumlah anggota Dewan Umum British, para peneliti senior di Amerika Serikat, Britania dan Timur Tengah, perwakilan dari badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA).

Konferensi itu dibagi ke empat sesi, di mana yang menjadi pembicara adalah Menteri Tenaga Kerja Foster dan utusan buruh Jeremy Corbyn, anggota Dewan Umum Clare Short, Baroness Jenny, Duta Besar Palestina, Duta Besar Suriah, Profesor Norman Frnklstein dan sejarawan Palestina Salman Abu Sitta, Dr Ghada Karmi, Dr Rachel Rudolph serta jurubicara UNRWA.

Dalam konferensi itu PKP membeberkan hasil studi lapangannya bekerja sama dengan Yayasan 'Wajib wa Tsabit' yang kedua LSM itu berasal dari Suriah dan Libanon. Hasil studi itu memaparkan kinerja UNRWA di kamp-kamp pengungsi dan pendapat dari para pengungsi Palestina terhadap UNRWA.

PKP juga mempublikasikan sebuah laporan tentang kunjungan delegasinya yang juga mencakup sejumlah anggota parlemen Eropa ke kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah dan Irak di kamp gurun Al-Tanf, yang hidup di lokasi itu para pengungsi Palestina selama hampir tiga tahun, di samping juga laporan pertemuan delegasi PKP dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk membahas tentang situasi pengungsi Palestina di Suriah.

Duta Besar Palestina kepada aljazeera, Kamis (17/12), mengatakan bahwa waktu pelaksanaan konferensi ini mencuat saat tengah gencar-gencarnya pemukiman di Yerusalem dan Tepi Barat dan proses pengusiran yang melengkapi kepedihan dan kemunduran yang dialami oleh rakyat Palestina. Ia juga menekankan bahwa kembalinya pengungsi Palestina ke rumah mereka tetap menjadi hak suci dimana setiap orang Palestina tidak bisa ditara-tawar lagi dan demikian juga para pemimpin Palestina tidak boleh mengabaikan hak kembali itu.

Hassassian, Dubes Palestina itu menekankan perlunya agenda perundingan perdamaian antara Palestina dan Israel untuk mengatasi agenda pengungsi, dan jika perundingan itu tidak ada, maka tidak akan ada perdamaian yang adil di Timur Tengah tanpa mengakui hak kembali rakyat Palestina.

Sementara Jeremy Corbyn, anggota delegasi Parlemen Eropa yang telah mengunjungi kamp-kamp pengungsi di Suriah, pada konferensi itu menyoroti kondisi bangsa Palestina yang tinggal di kamp-kamp pengungsi di Irak dan Suriah, dan menyoroti dukungan pemerintah Suriah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan-badan bantuan lainnya bagi para pengungsi. Ia lalu menekankan bahwa isu inti dalam hal ini tercermin pada hak warga Palestina untuk kembali ke rumah mereka.

Corbin juga menyambut baik untuk memungkinkannya beberapa pengungsi Palestina yang berada di Irak guna masuk ke Suriah. Corbin menekankan pula perlunya keadilan bagi rakyat Palestina, dan menyerukan dunia dan pemerintah Barat untuk menyediakan sumber daya materi guna membantu pengungsi dan guna mengambil tindakan politik yang kuat terhadap Israel.

Adapun Direktur Jenderal dari PKP, Majid Al-Zeer, menekankan pentingnya UNRWA, yang telah menjadi bagian integral dari masalah pengungsi dan hak bangsa Palestina untuk kembali.

Al-Zeer dalam sebuah wawancara dengan aljazeera menilai terselenggaranya konferensi ini mencuat di saat UNRWA untuk pertama kalinya dalam 60 tahun mengalami krisis dana, yang mengharuskan semua faksi Palestina dan lembaga-lembaga dan masyarakat sipil untuk menyoroti situasi itu.(milyas/aljzr)
 

0 Komentar

Arsip