Jumat, 10 Pebruari 2012

Pengungsi Palestina di Brasil Hidup Memprihatinkan

Senin, 02/11/2009 00:36 WIB

KNRP – Direktur LSM Dewan Pengungsi, Hussam Ahmed, menyebutkan bahwa apa yang tengah terjadi pada pengungsi Palestina di Brasil merupakan kejahatan baru terhadap rakyat Palestina, ditambah lagi rangkaian kejahatan yang siap mendera semua tempat dimana di sana tinggal warga Palestina. Selain itu, menurunnya secara terus-menerus peranan delegasi untuk kesehatan dan hidup para pengungsi itu ternyata hari demi hari semakin meningkatkan penderitaan .

Kepala Dewan itu menjelaskan, pengungsi Palestina di Brazil tinggal di kamar-kamar sewaan, dan setiap keluarga tinggal di satu kamar itu. Seorang pengungsi membayar setengah yang telah menjadi haknya yang diperoleh dari Komisi Tinggi untuk Pengungsi untuk sewa, penerangan dan gas, sementara sisanya tidak mencukupi untuk kehidupan yang layak.

Ahmed menegaskan ihwal rendahnya kualitas kesehatan, penyebaran penyakit seperti sirosis hati dan batu ginjal, dan beberapa dari mereka meninggal karena serangan jantung akibat tidak ada pihak yang merawatnya, sedangkan wanita hamil terancam mengalami keguguran, semua itu akibat dari kelalaian Komisi Tinggi itu karena karena kurangnya perawatan kesehatan dan tidak membagikan uang belanja mereka.

Perlu dicatat bahwa para pengungsi ini masih sangat baru di Brasil karena tidak ada pilihan lain setelah selama bertahun-tahun mereka hidup terlunta-lunta secara tidak manusiawi di gurun tandus, mereka didera pelbagai jenis penghinaan, pengucilan, ancaman pencurian dan pemerasan dari berbagai pihak.

Lebih jauh Ahmad mengingatkan bahwa para pengungsi itu telah berusaha untuk berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Brasil dan Departemen Kehakiman serta Pengadilan, tetapi ini tidak mengubah apapun dari penderitaan mereka, karena sebenarnya terhadap apa yang terjadi adalah tanggung jawab Komisi Tinggi untuk Pengungsi, yang memiliki peran penting dalam meningkatkan penderitaan pengungsi, melalui perannya yang semakin terdiasporanya para pengungsi itu di pengasingan.

LSM yang dipimpin Ahmed it uterus memantau para pengungsi Palestina yang diterbangkan dari kamp-kamp di perbatasan Irak ke sejumlah negara di dunia, dan yang tiba di Brasil ada 117 pengungsi. Mereka diterbangkan dari dari kamp Ruweished di timur Yordania, tetapi itu malah seperti menjadi langkah awal untuk kembali bergumul dalam penderitaan yang tanpa akhir.

Ahmed meminta pihak-pihak yang bersangkutan untuk memfasilitasi kembalinya para pengungsi Palestina dari Brazil itu, agar mereka dapat keluar dari "neraka" itu, untuk kembali ke kamp-kamp pengungsi Palestina di negara-negara Arab di mana di sana terdapat sanak saudara dan keluarga mereka. Ahmed juga menghubungi media untuk menunjukkan kebenaran itu dan sifat dari konspirasi terhadap para pengungsi itu.(milyas/paltimes)
 

0 Komentar

Arsip