Jumat, 10 Pebruari 2012

Pengungsi Palestina di Irak Terkatung-katung

Pengungsi Palestina Melarikan diri dari Irak Menuju Norwegia

Rabu, 19/08/2009 15:39 WIB

KNRP - Dua hari yang lalu 140 pengungsi Palestina melarikan diri dari Irak menuju Norwegia. Mereka lari dari situasi yang mencekam setelah berhasil mendapatkan suaka politik dari pemerintahan Norwegia.

Orang-orang Palestina yang terlunta-lunta itu berhasil meninggalkan Irak melalui bandara Damaskus. Dulunya, mereka tinggal di kamp perkemahan El-Walid sejak agresi AS atas negeri seribu satu malam itu. Kamp itu persis terletak di selatan Irak yang berbatasan dengan Suriah dan di sana ada 1.549 pengungsi. Sementara di kamp perkemahan El-Tanf di wilayah perbatasan Irak-Suriah tercatat 747 pengungsi. Di samping itu tercatat pula 331 pengungsi di kamp perkemahan El-Haul di Kota El-Haskah Suriah.

Komnas HAM Suriah dalam rilis medianya meminta agar Suriah dan Yordania membuka akses masuk bagi para pengungsi Palestina yang dari Irak yang tengah mencari perlindungan dari tekanan yang mendera mereka. Kedua Negara itu juga diminta untuk menghormati hak-hak kemanusiaan para pengungsi itu dan melindunginya. Akhirnya, Suriah dan Sudan mau menerima para pengungsi itu. Sementara Yordania hanya mau menerima 386 pengungsi saja dengan syarat mempunyai isteri berkewarganegaraan Yordania.

Dijelaskan Komnas tersebut, sejak agresi AS ke Irak para pengungsi itu berada dalam situasi yang sangat sulit dan berbahaya. Penderitaan mereka semakin bertambah seiring dengan udara panas yang menyengat pada musim panas dan badai padang pasir serta tidak adanya pemeliharaan kesehatan.

Direktur Komnas HAM Suriah Dr Ammar Qurba menilai bahwa AS bertanggung jawab atas kondisi para pengungsi itu. Pasalnya AS merupakan Negara yang punya otoritas di Irak. Oleh sebab itu, Qurba menuntut AS untuk melindungi para pengungsi Palestina di Irak itu dan memberikan bantuan baik itu financial, infrastruktur maupun hal-hal pokok lainnya.
Lebih jauh Komnas menjelaskan, memang Delegasi Tinggi Urusan Pengungsi tengah berupaya memberangkatkan sekitar 180 pengungsi itu ke Italia. Namun sampai saat ini janji itu belum terwujud. Sementara jumlah pengungsi di Irak semakin bertambah plus dengan pelbagai penderitaannya.

Pada tahun lalu Negara Islandia menerima 25 pengungsi Palestina yang terkatung-katung di perbatasan Irak-Suriah. Langkah Islandia itu merupakan yang pertama untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang darurat terkait sekitar 2.500 pengungsi Palestina yang berada di Irak. Di antara para pengungsi itu lebih dari 250 orang merupakan anak-anak, yang hidup di tenda-tenda yang dibangun di perbatasan padang pasir Suriah-Irak. Saat ini saja tercatat total warga Palestina di Irak sekitar 17.000.(milyas/paltimes)

0 Komentar

Arsip