Senin, 06 Pebruari 2012

Buku Baru Koreksi Sejarah Kuno Palestina

Kamis, 17/12/2009 22:41 WIB

KNRP - Sebuah buku baru karya penyair dan juga kritikus, Profesor Azzedine Munasharah yang berjudul "Palestina Kanaan: Telaah Baru dalam Sejarah Palestina kuno," diharapkan dapat memecahkan masalah Palestina pada zaman prasejarah, dan ia menyimpulkan bahwa manusia muncul di Palestina sebelum 70 ribu tahun dan itu tempat kelahiran Bangsa Semit pertama yaitu Palestina dan Transjordan.

Di antara fakta-fakta baru yang diajukan oleh penulis adalah koreksi atas gerakan Kristus dan Nabi Ibrahim serta hubungan yang terjadi antara keduanya dikaitkan dengan Palestina, dan bangsa Palestina dan orang Kanaan adalah penduduk asli di Palestina dan kedua bangsa itu bukan berasal dari Jazirah Arab atau Yunani, meskipun penulis tidak menyangkal adanya pertukaran dalam migrasi.

Penulis juga menyimpulkan bahwa abjad pertama di dunia berasal dari selatan Palestina sebagai tahap pertama untuk kemudian berkembang di utara Suriah, dan matang dalam foto dan Byblos di Lebanon, dan Venisia secara harfiah adalah anak-anak Kanaan.

Munasharah juga mengungkapkan peta baru untuk pertama kalinya di era modern sebagai alternatif dari peta Clotsr, ahli bahasa Semit Jerman, dimana bahasa Kanaan adalah bahasa ibu bangsa Semit dimana para orientalis sudah lama meneliti bahasa itu tanpa menemukan namanya.

Penulis itu menegaskan bahwa orang Kanaan di Palestina adalah warga pribumi yang bukan berasal dari Jazirah Arab. Munasharah kemudian mengutip orientalis Inggris De Lacy O'Leary, penulis buku "Tanah Orang-orang Arab sebelum Misi Muhammad", dimana dalam kasus Palestina ada alasan untuk percaya bahwa sebagian besar petani Palestina saat ini adalah anak cucu Kanaan.

Dikatakan dia bahwa sejarah kuno Palestina diterbitkan dalam bahasa Arab dan para orientalis benar-benar telah memalsukannya. Lalu ia menjelaskan bahwa yang melakukan pemalsuan itu adalah seorang konsul dari Perancis di Yerusalem.

Ia juga menyimpulkan mengenai masalah bahasa dan tulisan Kanaan secara mengejutkan, bahwa bahasa Kanaan adalah bahasa ibu bangsa Semit, Akkadia Sumeria, Aram dan Arab kuno dimana itu merupakan bahasa dan tulisan Kanaan kuno, yang juga sebagai abjad pertama di dunia dan orang-orang Venisia itu secara harfiah artinya anak-anak Kanaan dalam bahasa Yunani kuno.

Penulis untuk pertama kalinya mengajukan peta baru dari cabang-cabang bahasa Kanaan yang membantah peta Clotsr yang membagi bahasa-bahasa Semit berdasarkan pembagain dari Taurat.

Demikian juga di buku itu membaca ulang tentang Nabi Ibrahim dengan mengkritik dua teori sebelumnya yaitu teori Kamal Shalbi dan Syed Kamal Qimni yang menjadikan Ibraham seorang Armenia. Kejutan di buku itu menyebutkan bahwa Ibraham lahir di Ur Sodom dan bukan di Irak serta ia tinggal di sebuah Khil Ail yakni nama lama untuk kota Hebron (Khalil). Munasharah mengutip sejarawan Inggris, Dichter, yang menegaskan bahwa rumah asli keluarga Ibrahim adalah di Palestina.

Pada sisi lain Munasharah memberikan solusi terkait masalah Yerusalem Kanaan, dimana ditegaskannya bahwa kerajaan pertama di Palestina dan Yerusalem sebagai ibukotanya adalah Kerajaan Palestina Adumiyah yang dipimpin oleh Bangsa Heradasah pada periode 48 SM- -100 M, dimana saat itu dipimpin oleh Heridus yang agung dan itu seorang Palestina dari Ashkelon yang membangun kuil untuk agama-agama pagan dan itulah agama pagan kaum Kanaan , pagan Yunani-Romawi, dan sekte Allah (Jehovah) penyembah berhala, dan tidak ada dalam sejarah kuno satu kuil pun kecuali kuil itu yang diperuntukkan untuk semua agama pagan.

Patut dicatat bahwa Dr Munasharah itu adalah seorang kritikus dan pemikir Palestina serta profesor di Universitas Philadelphia Yordania dan telah menerbitkan 11 buku puisi dan 16 buku yang kritis diantaranya terkait ilmu identitas, linguistic pluralisme dan lainnya.(milyas/aljzr)
 

0 Komentar

Arsip