Kamis, 10/12/2009 17:29 WIB
KNRP - Sebuah dokumen rahasia yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Israel pada tahun lima puluhan mengungkapkan tindakan Israel yang melakukan seleksi dan pemilihan para imigran yang sehat saja dan menolak mereka yang sakit dan cacat, walaupun mereka termasuk yang selamat dari Holocaust.
Dalam dokumen sangat rahasia itu, yang berhasil disingkap oleh peneliti Polandia baru-baru ini yang bekerja di Universitas Warsawa, Chamoun Rudensky, juga seorang peneliti sejarah yang mengkaji hubungan antara Polandia-Israel antara tahun-tahun 1945-1967, Golda Meir, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Israel pada tahun 1958, diketahui telah meminta duta besar Israel di Warsawa untuk bekerja dengan pemerintah Polandia untuk menerapkan sistem semacam seleksi alami terhadap para imigran Yahudi.
"Kami tidak bisa mengambil resiko lebih banyak dari orang-orang sakit dan penyandang cacat, dan harus bekerja melalui Komite Koordinasi untuk pelaksanaan proses seleksi tanpa merugikan proses migrasi itu," tulis Meir seperti terdapat dalam dokumen rahasia itu seperti disitat maannews, Rabu (9/12).
Golda Meir pada April tahun 1958 telah menulis surat yang ditujukan untuk duta besar Israel di Polandia. Lalu, Komite Koordinasi yang dimaksudkan itu adalah Komisi Pendaftaran antara pemerintah Israel dan Yahudi Agency yang bertanggung jawab terkait migrasi.
Menurut teks surat yang bernomor seri 13005/2307, bertanggal 29/4/58 dan dikirim oleh Departemen Luar Negeri kepada Duta Besar Israel di Warsawa, disebutkan bahwa "Sudah diajukan selama diskusi Komite Koordinator sebuah proposal kepada Pemerintah Warsawa ihwal keinginan kita untuk menerapkan sistem seleksi dan pemilihan terhadap para imigran Yahudi, itu lantaran kami tidak dapat lagi mengambil resiko terhadap orang-orang sakit dan penyandang cacat, saya meminta Anda untuk memberitahukan kami tentang kemungkinan untuk menjelaskan hal ini kepada warga Polandia tanpa menimbulkan kerugian bagi migrasi.”
Dokumen ini dianggap sebagai bukti sejarah pertama kebijakan resmi seleksi dan pemilihan yang dilakukan oleh Israel untuk memilih imigran terbaik tanpa menanggung imigran Yahudi yang sakit dan cacat, terutama pada periode antara 1956-1958 yang merupakan gelombang terbesar migrasi orang-orang Yahudi dari Polandia, yang dalam beberapa tahun sebelumnya mereka berada di bawah kamp-kamp kematian Nazi .(milyas/maannews)