Berusaha Hilangkan Akar Sejarah
Selasa, 28/07/2009 17:55 WIB
KNRP - Orang-orang Yahudi Zionis melakukan berbagai cara untuk mengaburkan sejarah Palestina. Seorang peneliti Israel bernama Tsivi Misinai baru-baru ini membuat thesis yang tidak masuk akal tentang sejarah orang-orang Palestina. Dalam thesisnya, peneliti yang bekerja untuk lembaga Ariel Center for Policy Research (ACPR) itu menyebutkan bahwa mayoritas rakyat Palestina sekarang ”dari sisi genetika adalah keturunan orang-orang Yahudi.”
Klaim Misinai berdasarkan hipotesa bahwa ketika kekaisaran Romawi mengucilkan orang-orang Ibrani ke luar Palestina, masih ada segelintir orang Ibrani yang tetap tinggal di Palestina dan mereka diislamkan pada masa kekhilafahan Turki Ustmani. Merekalah yang menurut Misinai, kemudian menjadi cikal bakal orang-orang Palestina sekarang.
Thesis itu dibantah keras oleh para pakar sejarah Palestina. Mereka menilai thesis Misinai tidak bertolak belakang dengan sains dan fakta sejarah. ”Klaim bahwa ada gen Yahudi pada orang-orang Palestina sekarang adalah klaim yang lucu dan tidak bisa dipertanggungjawabkan dari sisi keilmuan,” kata Kamel Katalo, seorang profesor sosiologi di Universitas Al-Khalil. ”Setelah membaca thesisnya, kesan saya orang ini membuat generalisasi yang serampangan dan ia membuat kesimpulan yang salah besar karena premis-premis yang diajukannya masih harus dipertanyakan,” ujarnya.
Salah satu kelemahan teori Misinai, tambah Katalo, istilah ”gen Yahudi” yang digunakan oleh Misinai tidak pernah ada. Kalaupun ”gen Yahudi” semacam itu ada, pasti sekarang ada definisi khusus tentang yang dimaksud ”orang Yahudi”. “Jika ada keunikan pada gen Yahudi, lalu bagaimana menjelaskan fakta bahwa ada orang-orang Yahudi dari berbagai ras?,” tanya Katalo.
Bantahan lainnya disampaikan Ismail El-Shindi, profesor jurusan yurisprudensi Islam di Universitas Terbuka Al-Quds. Ia menolak thesis Misinai yang menyebutkan bahwa kekhilafahan Turki Ustmani telah mewajibkan orang masuk Islam. ”Klaim itu bohong. Tidak ada paksaan dalam Islam. Orang-orang Yahudi, Kristen dan penganut agama lainnya dijamin kebebasan beragamanya dibawah kekhilafahan Islam,” tukas El-Shindi. Ia juga mengatakan, jumlah orang Yahudi di Palestina pada masa kekuasaan Turki Ustmani, sangat sedikit. Terutama di masa-masa awal pemerintahan kekhilafahan Islam itu.
El-Shindi berpendapat, thesis Misinai adalah bagian dari rencana besar Israel untuk memanipulasi sejarah Palestina. Rezim Zionis, kata El-Shindi, ingin menimbulkan kesan bahwa orang-orang Yahudi sudah sejak lama mendominasi tanah Palestina dan klaim itu sama sekali tidak benar. (aisyah/iol)