Pameran Seni Ramallah
Selasa, 02/02/2010 15:03 WIB
KNRP – “Palestina itu sangat indah”. Demikianlah tema pameran seni yang digagas Saeed Curzon, seniman Palestina multi telatenta, yang menyoroti pelbagai aspek kehidupan di wilayah Palestina. melalui fotografi, film dokumenter dan tulisan. Demikian seperti diberitakan situs alquds, Selasa (2/2).
Dalam pameran yang dibuka pada Ahad (31/1) malam di Pusat Kebudayaan Perancis-Jerman di Ramallah itu menampilkan gambar-gambar pemandangan indah pegunungan di sekitar Laut Mati, dan yang lainnya menunjukkan lembah-lembah dan dataran dengan pohon dan tumbuh-tumbuhan hijau serta foto anak-anak yang tengah bermain musik dan bersenang-senang di pepohonan itu.
Curzon, seorang penggagas pameran itu, pada upacara pembukaan mengatakan, "Pameran ini untuk menunjukkan bahwa Palestina itu sangat indah meskipun semua apa yang telah terjadi di sana lantaran tindakan penjajah, tetapi kehidupan di sana berjalan dengan seni, musik, cinta dan kanak-kanaknya."
Dia menambahkan, "Kami telah memamerkan isi dari pameran ini di Biennale di Clermont-Ferrand di Perancis, yang dimaksudkan untuk menginformasikan ke Barat terkait aspek-aspek kehidupan di Palestina, yang tidak disiarkan oleh media."
Lebih jauh Curzon menunjukkan sebuah foto teko di atas kayu terbakar yang menggambarkan situasi di Palestina. "Ini Palestina. Api di sini mewakili apa yang terjadi di wilayah Palestina karena ulah pendudukan, adapun teh, gula, dan mint mewakili keindahan dan kemanisan kehidupan di Palestina." Dia mengimbuhkan, "Ruang yang muncul dalam banyak foto itu menekankan kehidupan yang luas di Palestina."
Pameran itu juga menawarkan berbagai macam film dokumenter yang disutradarai oleh Curzon, salah satunya bercerita tentang seorang wanita bernama Ummu Ashraf yang telah berjuang untuk membesarkan anak-anaknya dan mendidik mereka dengan menjual hasil yang berhasil dikumpulkannya dari tanah dan tanaman obat. Sementara sisi pameran lainnya lagi menunjukkan klip rekaman konser Festival Musik Baroque yang digelar setiap tahun di wilayah Palestina, dan dalam klip itu tampak orang-orang Palestina dan musisi asing dari segala usia.
Curzon yang juga pemain kecapi itu memamerkan juga koleksi film-film pendek berjudul sembilan pin, yang masing-masing berdurasi lima menit, dimana film itu menyoroti potensi energi rakyat Palestina melalui film yang menggambarkan kerja sukarela para pemuda untuk bercocok tanam di tanah yang terancam oleh penyitaan Israel.
Pameran itu juga menyoroti beberapa tulisan Curzon tentang kisah cinta penuh rasa antara seorang gadis dengan seorang pemuda, lalu setelah keduanya menikah dan sang istri tengah mengandung keduanya pun tergesa-gesa menuju perjalanan ke rumah sakit untuk melahirkan buah hatinya, namun sayang ambulans yang membawa mereka itu dibom, yang menyebabkan kematian sang istri saat melahirkan di ambulan dan kematian bayinya.
Lebih jauh Curzon mengatakan, "Aku ingin memberikan gambarann dari apa yang terjadi terkait pembunuhan warga Palestina dan pengusiran mereka dari rumah mereka di cerita pendek ini yang jauh dari yang berdarah-darahan.(milyas/alqds)