Kamis, 09 Pebruari 2012

Perancis Ancam Televisi Hamas

Jumat, 25/06/2010 15:13 WIB

KNRP - Pemerintah Palestina di Jalur Gaza meminta Mesir agar menyetujui pemakaian satelitnya Nilesat sebagai basis siaran Saluran Televisi Al-Aqsa. Demikian seperti dikutip Aljazeera.

Departemen Informasi Pemerintah Hamas di Gaza dalam sebuah pernyataan persnya mengatakan, “Kami secara resmi meminta satelit Mesir untuk menjadi rumah bagi saluran TV Al-Aqsa dengan pertimbangan televise itu sebagai canel Arab dan nasional yang berkomitmen.”

Departemen di Gaza itu mengungkapkan harapannya agar permintaannya ini dapat didengar oleh pejabat Mesir di bagian satelit lantaran adanya desakan dari Dewan Tertinggi untuk Media Audiovisual Perancis yang menghentikan penyiaran saluran satelit Eutelsat, yaitu satelit tempat Televisi Al-Aqsa memancarkan siaran.

Kementerian Gaza itu menegaskan kembali penolakan terhadap keputusan Perancis itu, yang itu dinilai sebagai "pembantaian lanjutan terhadap kebebasan media dan pembungkaman suara media yang bertanggung jawab dan berkomitmen untuk isu-isu bangsa dan warganya."

Kementerian juga mengungkapkan lagi kekhawatirannya terkait keputusan yang akan diambil oleh Prancis terhadap Al Aqsa TV itu sebagai "keputusan politik murni dan tidak terkait dengan profesionalitas dan dasar-dasar profesi dalam kerja media."

Departemen menemukan bahwa keputusan itu merupakan "penghinaan terhadap Perancis lebih dari negara manapun."

Sebelumnya, Dewan Tertinggi untuk Media Informasi Audiovisual Perancis telah menyampaikan niatnya kepada pihak Televisi Al-Aqsa –televisi yang dimiliki oleh Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan bersiaran dari Gaza- untuk memberhentikan siaran televise tersebut "dengan alasan bahwa bahan-bahan acaranya menghasut kebencian."

Kemudian, Dewan Tertinggi Perancis itu menyetujui perpanjangan saluran Televisi Al-Aqsa sampai sampai Kamis (24/6) dengan kelanjutan negosiasi antara dua pihak.(milyas/aljzr)

0 Komentar

Arsip