Kamis, 09 Pebruari 2012

Saat Bantuan Tunai itu Berkurang

Selasa, 06/07/2010 21:49 WIB

KNRP - Amina Mohamed dari sebuah desa di utara Nablus terkejut saat nilai bantuan tunai yang diterimanya dari Departemen Sosial Palestina mengecil, di mana seharusnya ia menerima sekitar tiga ratus dolar menjadi kurang dari dua ratus dolar.

Pengurangan ini meningkatkan kemarahan Amina dan banyak keluarga Palestina lainnya yang bergantung pada bantuan tersebut yang diterimanya setiap tiga bulan, mereka pun mengajukan keberatan atas hal itu.

Amina menjelaskan bahwa dari nilai yang diterimanya itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya dalam situasi harga-harga yang terus meroket dan meningkatkannya kebutuhan sehari hari. Dia bertanya-tanya bahwa jika ia yang hidupnya sendiri saja tidak cukup, maka bagaimana dengan mereka dengan keluarga besar?

Amina cemas akan dihentikankannya bantuan itu, terutama karena pemerintah menempatkan dirinya ke dalam daftar keluarga di luar garis kemiskinan, sesuai dengan klasifikasi baru kemiskinan di mana mereka akan dieberikan sekitar 160 dolar setiap tiga bulan, untuk jangka waktu satu tahun saja yang kemudian bantuan dihentikan.

Sementara Departemen Sosial di Ramallah menilai melalui pembagian penerima manfaat program bantuan tunai ini dirancang untuk memberikan kehidupan yang layak bagi keluarga miskin dan kelompok-kelompok marginal.

Pemerintah mencatat bahwa klasifikasi keluarga yang membutuhkan bantuan menjadi keluarga di bawah garis sangat miskin dan di bawah garis kemiskinan nasional serta di luar garis kemiskinan. Jumlah yang dibayarkan berkisar antara 470 dolar dan 160 dolar setiap tiga bulan.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Menteri Sosial Otoritas Palestina, Magda El-Masri menegaskan bahwa telah ditambahkan 8.500 keluarga di Tepi Barat untuk menerima bantuan uang tunai. Ia mencatat bahwa program secara keseluruhan akan melingkupi 64.000 keluarga di Tepi Barat dan Jalur Gaza dari 160 ribu keluarga di bawah garis kemiskinan ekstrim.

Dia menjelaskan bahwa pelaksanaan tahap baru dari program bantuan ini bertujuan untuk menjangkau keluarga termiskin, yang belum pernah menerima bantuan sebelumnya, dan untuk kembali menyatukan program sosial, dan memperbarui data, serta menilai tingkat kemiskinan bagi setiap keluarga.

ia menambahkan bahwa melalui program reformasi baru ini bertujuan untuk mencapai sesuatu keadilan baru dan transparansi, terutama karena bantuan sebelumnya banyak catatan.

Mengomentari keluhan yang diungkapkan oleh banyak warga tentang program baru ini, terutama dari kelompok yang diklasifikasikan sebagai keluar dari garis kemiskinan, Masri mengatakan bahwa Depsos tidak memberikan gaji, namun bantuan untuk mengurangi kemiskinan, di samping asuransi kesehatan dan pembebasan bantuan pendidikan bagi mahasiswa, dan rehabilitasi rumah tangga miskin .

Untuk dicatat, banyak faktor yang mengancam atas eksistensi bantuan tersebut, di antaranya kemungkinan putusnya bantuan itu dari sumber utamanya yaitu dari Eropa atau Amerika, tetapi Mensos menekankan bahwa untuk pertama kalinya Otoritas Palestina akan memberikan kontribusi bantuan sekitar 20 juta dolar untuk keluarga miskin, untuk kemudian menuju pembebasan dari kemiskinan secara bertahap dan ke arah kemandirian.

Mensos juga menyalahkan masyarakat internasional yang bertanggung jawab penuh yang menjadikan rakyat Palestina tidak bias mandiri secara ekonomi, dimana ia mengatakan sebab dari kemiskinan itu bahwa, "Selama masyarakat internasional tidak memberikan alasan untuk menghapus penjajaha."

Menurut Biro Statistik Palestina, 23,4% dari masyarakat Palestina berada di bawah garis kemiskinan, sementara angka kemiskinan nasional menjadi 35%.(milyas/aljzr)
 

0 Komentar

Arsip