Sabtu, 13/02/2010 10:14 WIB
KNRP - Para perempuan Palestina di Yerusalem menyerukan masyarakat internasional untuk memberikan perlindungan dalam menghadapi pendudukan Israel yang melakukan skema penghabisan orang Palestina di kota suci.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Solidaritas Perempuan untuk Masyarakat Yerusalem pada hari Jumat (12/2) menyeru untuk mendaftarkan kota Yerusalem dalam Komisi Tingkat Tinggi Barang Antik (sic) guna mengakhiri tindakan pelanggaran Israel di Yerusalem. Selain itu upaya ini juga bertujuan agar Israel menghentikan penghancuran rumah-rumah dan menyita bangunan bersejarah di Yerusalem.
Perkumpulan solidaritas ini juga menekankan bahwa diamnya negara-negara Arab dan internasional terhadap apa yang terjadi di Palestina secara umum dan apa yang terjadi di Yerusalem pada khususnya, telah menyebabkan terbukanya pintu bagi Israel untuk melakukan pendudukan dan merencanakan yahudisasi di Yerusalem tanpa khawatir reaksi dari dunia internasional.
Lebih lanjut perkumpulan ini meminta ulama-ulama Islam bangun dari tidur mereka dan memikul tanggung jawab mereka terhadap kota suci serta peningggalan bersejarah yang sedang perlahan-lahan dan sistematis dirubah oleh pendudukan Israel, untuk memberikan identitas Yahudi. (mirzah/pic)