Senin, 06 Pebruari 2012

Ketua Parlemen Palestina

Duwaik: "Bersatu, Hanya itu Pilihan Kita"

Rabu, 22/07/2009 08:04 WIB

KNRP - Setidaknya, 36 bulan telah ia lewati di penjara penjajah Zionis Israel. Tapi masa penahanan itu justru semakin menguatkan tekadnya untuk terus memperjuangkan hak rakyat Palestina. Tak ada yang berubah dari dirinya, kecuali tekadnya yang semakin kuat. Inilah yang tertangkap dari dialog yang dilakukan wartawan Palestine Information Center dengan Ketua Parlemen Palestina Abdul Aziz Duwaek beberapa waktu lalu, setelah ia bebas dari penjara Israel. Berikut kutipan wawancara dengan Abdul Aziz Duwaek :

Bagaimana Anda melihat realitas masalah Palestina, setelah Anda bebas dari 3 tahun penjara Israel?

Realitas yang saya lihat dalam beberapa hari ini, Israel sangat terganggu dengan dukungan luar negeri terhadap bangsa Palestina, juga dengan system parlemen dan kehidupan rakyat Gaza pada umumnya. Saya ditahan sebagai Ketua Parlemen, itu adalah puncak kezaliman dari penjajah Israel, meskipun hanya satu menit saja. Tak ada alasan hokum yang membenarkan sikap itu.

Bagaimana Anda melihat kenyataan di penjara Israel, sebelum Anda menghirup udara bebas?

Penjara Israel, penuh dengan putra-putra terbaik bangsa Palestina. Mereka yang hingga kini masih menderita di sana. Ada banyak produk dari para tahanan dalam penderitaan mereka. Tapi mereka tetap dipaksa mengenakan kostum penjara berwarna kuning jeruk, untuk menampilkan kepada dunia bahwa mereka adalah para criminal yang layak dihukum, dan agar digambarkan pada dunia bahwa mereka bukan orang-orang yang menuntut haknya. Tapi kami yakin, sebagaimana para tahanan juga yakin dengan prinsip, “Sesungguhnya malam pasti akan berakhir. Sesungguhnya belenggu ini pasti akan hancur.”

Parlemen, mereka adalah bagian penting dalam legalnya pemerintahan. Bagaimana menurut Anda tentang upaya menghapus peran parlemen dengan penangkapan massal yang dilakukan Israel?

Pertama saya sampaikan, kondisinya memang sangat buruk sekali. Kami tidak mengira adanya penangkapan anggota parlemen dalam jumlah besar seperti ini. Kami mengetahui bahwa kami berada di hadapan sebuah rencana jahat untuk menghambat kehidupan demokrasi di Palestina, dan menghalangi sampainya kami ke dewan parlemen. Belakangan kami tahu bahwa umumnya, para pemimpin negara dunia mempraktikkan demokrasi secara kulit luarnya saja. Meskipun begitu, saya sampaikan bahwa para tahanan Palestina selama di penjara mereka semakin dekat kepada Allah swt, merekalah putra terbaik Palestina, penahanan mereka insya Allah takkan menghilangkan misi mereka sebagai pejuang yang menyebarkan dakwah Islam.

Dalam kondisi perpecahan politik di Palestina sekarang, apakah ada pertemuan di penjara untuk membicarakan masalah ini?

Pertemuan antar para tahanan terus dilakukan. Bahkan dilakukan secara teratur, juga dengan pemimpin nasional dan pemimpin kalangan Islam. Mereka terus menerus membahas masalah ini dan mengajukan saran serta ide untuk melakukan persatuan Palestina, menyatukan perjuangan mereka secara komperehensif. Kami rakyat Palestina harus berusaha apa yang kami mampu untuk bertahan bersama, agar Negara kami yang sudah tercabik-cabik ini tidak menjadi lebih kecil. Saya menyerukan kepada seluruh elemen Palestina untuk menutup lembaran masa lalu dan membuka wawasan ke depan dengan persatuan, menghancurkan pertahanan penjajah Israel.

Setelah Anda keluar dari tahanan, Anda segera menyampaikan adanya dialog antara kelompok Palestina, dan adanya rekonsiliasi. Apakah ada pesan tertentu dari dalam penjara terkait hal ini?

Ya. Saya tinggalkan para tahanan dan mereka menitipkan pesan tentang ide dan wacana persatuan itu. Ini adalah upaya untuk menghilangkan permasalahan dengan menghimpun kembali daging yang telah tercabik. Saya dengan peran saya sebagai ketua Parlemen, akan mengatakan itu di mimbar parlemen.

Apa pesan Anda kepada publik kaum Muslimin dan juga para politisi Palestina khususnya?

Saya sampaikan kepada mereka, bersatulah. Pilihan kalian hanya itu. Tak ada pilihan lain. Himpunlah kekuatan kalian. Saling bahu membahu. Kepada public umat Islam saya sampaikan bahwa setiap kelompok mempunyai tujuan. Kenalilah tujuan kalian. Harapan kita ada pada persatuan umat ini secara keseluruhan, untuk mencapai tujuan kita membebaskan Al Quds dan masjidil Aqsha sebagai mahkota umat Islam. Teruslah berdo’a dengan penuh kesungguhan, dan tetaplah dengan pembelaan terhadap Palestina. Gigitlah dengan graham kalian. Mintalah pertolongan kepada Allah swt, bersabarlah. Sesungguhnya kemenangan itu akan datang, tapi kita perlu bersabar sedikit lagi. (Palestine Information Center)
 

0 Komentar

Arsip